Tampilkan postingan dengan label Novel Terjemahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel Terjemahan. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

The Secret Adversary - Agatha Christie

Ketika kapal Lusitania ditorpedo, seorang laki-laki datang kepada Jane Finn. Laki-laki itu tampaknya takut akan sesuatu atau seseorang. Ia membawa dokumen penting, yang sangat berarti bagi Inggris. Ia meminta Jane Finn untuk menyimpannya. Setelah itu Jane Finn menghilang. Segala usaha pencarian atas dirinya sia-sia belaka. Lima tahun telah lewat. Dan perang sudah usai.

Kejadian itu sudah dilupakan orang. Tetapi kini ada bahaya baru. Dokumen itu dikhawatirkan jatuh ke tangan musuh. Kalau itu betul-betul terjadi, opini publik akan memihak kaum ekstrem revolusi. Diramalkan akan ada pemogokan kaum buruh dan teror pemerintahan. "Tuan Brown", pemimpin sebuah organisasi besar, menginginkan dokumen itu.

Dengan kelihatan seorang aktor besar, "Tuan Brown" memainkan peranannya. "Dua Petualangan Muda", Tuppence dan Thomas Beresford, secara tidak sengaja terlibat pula dalam pencarian dokumen itu. Mereka selalu bersama-sama "Tuan Brown", dekat dengannya, tapi tidak tahu siapa dia... Bahaya yang diramalkan semakin dekat. Jane Finn harus segera ditemukan. Dokumen harus diamankan. Dan setelah itu hanya ada pertunjukan tunggal. "Tuan Brown" harus segera ditangkap basah untuk dibuka kedoknya. Karena hanya dialah kunci segalanya...

A Caribbean Mystery - Agatha Christie

Agatha Christie dikenal di seluruh dunia sebagai ratu kejahatan. Novel detektifnya yang berjumlah tujuh puluh enam buah dan buku-buku ceritanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia.
Dia mulai menulis sesudah berakhirnya perang dunia pertama. Tokoh pertama ciptaannya adalah Hercule Poirot, seorang detektif Belgia bertubuh kecil dengan wajah bulat telur dan menyukai hal-hal yang teratur. Selain itu, ia juga membuat serial detektif yang mengisahkan kehidupan Miss Marple, seorang perempuan tua yang menjadi detektif tak resmi. Buku terakhir karyanya adalah serial Poirot yang berjudul Curtain: Poirot’s Last Case. Buku tersebut ditulisnya pada tahun 1975, sebelum ia meninggal pada tahun 1976.
Misteri Karibia ini merupakan salah satu novel detektif karya Agatha Christie yang mengisahkan kehidupan Miss Marple yang sudah tua. Walaupun tua, ia dikisahkan memiliki perhatian yang baik terhadap suatu kejadian. Ia pun memiliki daya pikir yang tajam. Hanya saja, seperti kebanyakan lansia, ia terkadang juga melupakan sesuatu.
Novel ini menceritakan pengalaman liburan Miss Marple selama masa penyembuhan penyakit rematiknya yang sering kambuh karena terlalu banyak kegiatan. Keponakannya menyarankan untuk berlibur ke sebuah pulau di Karibia, Trinidad. Di sana, Miss Marple menginap di Hotel Golden Palm, St. Honore, yang dikelola oleh pasangan Tim dan Molly Kendal serta pelayan mereka, Victoria Johnson.
Pada suatu hari, Miss Marple mendengarkan penuturan Mayor Palgrave, penghuni hotel lainnya, mengenai masa lalunya sebagai tentara. Mayor Palgrave juga menceritakan kisah pembunuhan istri oleh suami, dan menawarkan kepada Miss Marple untuk melihat foto yang dicurigainya sebagai pembunuh. Namun sayang, hal itu dibatalkannya tatkala melihat seseorang yang datang ke arahnya, tepat di belakang Miss Marple. Miss Marple merasa curiga, membalikkan tubuhnya, namun ia melihat ada beberapa orang yang berseliweran di sana, dan ia tak bisa menebak siapa penyebabnya.
Kecurigaan Miss Marple bertambah ketika keesokan harinya, secara tak terduga Mayor Palgrave ditemukan dalam keadaan meninggal. Berdasarkan desas-desus, dikabarkan Mayor meninggal akibat tekanan darah tinggi. Miss Marple mencoba mencari foto pembunuh yang diceritakan Mayor, namun ia tidak menemukannya. Berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari bertanya sana-sini, ia mengetahui bahwa Victoria sempat memergoki seseorang pada malam menjelang kematian Mayor. Namun, sebelum ia sempat berbincang-bincang dengan Victoria, pelayan hotel tersebut tewas tertusuk pisau. Mayatnya ditemukan Molly, yang sebetulnya jiwanya sedang goyah, di semak-semak. Kematian pelayan setianya membuatnya shock setengah mati hingga ia tampak linglung. Yang membingungkan, koki hotel bersaksi bahwa sebelumnya Molly sempat keluar hotel dengan membawa pisau.
Miss Marple mencoba mencari keterangan mengenai Molly dari Tuan Rafiel, jutawan yang setiap tahun berlibur dan menginap di Hotel Golden Palm. Ia dan Tuan Rafiel sempat beradu argumentasi, namun pada akhirnya ia menemui jalan buntu kembali.
Miss Marple kemudian menjenguk Molly, yang oleh dokter dianjurkan untuk beristirahat. Miss Marple mengajak Molly untuk berbicara, dan Molly mengungkapkan beberapa hal mengenai dirinya. Molly bercerita, ia sering bermimpi buruk kala tidur, seperti ada orang yang selalu mengejarnya. Karena itu, tiap malam ia sering terbangun dan lebih memilih jalan-jalan daripada tidur. Ia juga bercerita bahwa sering tak sadarkan diri, dan lupa mengenai apa yang baru saja dilakukannya.
Miss Marple melanjutkan penyelidikannya. Ia bertanya pada Joan Prescott, penduduk asli St. Honore, juga kepada Evelyn dan Lucky, ilmuan yang telah berada di St. Honore selama empat tahun untuk meneliti tumbuhan. Ia mendapatkan beberapa keterangan baru. Diantaranya mengenai keluarga Kendal, bahwa keluarga tersebut baru setahun mengambil alih pengelolaan hotel dari pemilik lama yang sudah tua. Tim dan Molly mencurahkan segala yang mereka punya untuk mengembangkan bisnis mereka. Namun di balik itu, sebelum menikah dengan Tim, Molly sempat berhubungan dengan seorang lelaki berandalan. Informasi tersebut bukannya membuat permasalahan semakin jelas, malah semakin membingungkan Miss Marple.
Tengah malam, Miss Marple terbangun dan berjalan-jalan keluar hotel. Ia melihat kerumunan orang di muara sungai. Rupanya di sana ada seorang wanita yang diduga bunuh diri. Miss Marple terkejut ketika mengetahui bahwa wanita tersebut adalah Molly. Beberapa orang pergi untuk memberi tahu polisi. Miss Marple mengamati mayat Molly lebih teliti. Ia mendapati bahwa mayat tersebut bukan mayat Molly, melainkan Lucky yang mirip dengan Molly.
Miss Marple memutar otak, menggabungkan informasi yang telah ia peroleh. Ia tersadar, Lucky tidak bunuh diri, melainkan terbunuh secara tak sengaja. Sekarang ia tahu siapa pelaku pembunuhan beruntun yang membayangi kehidupan St. Honore selama ini. Dan ia juga tersadar bahwa Molly yang asli sedang berada dalam keadaan bahaya. Ia meminta bantuan Tuan Rafiel, dan walaupun dengan susah payah, si pembunuh akhirnya tertangkap.
Kisah yang diuraikan dalam alur maju dengan beberapa kali flashback ini cukup mengasyikkan untuk dibaca. Di dalamnya, banyak hal-hal tak terduga yang terjadi, antara lain mengenai karakter tokoh yang sulit ditebak, dan juga pelaku pembunuhan yang misterius. Setiap babak selalu memunculkan hal-hal yang baru, sehingga dapat membangun suasana yang berbeda-beda.
Cerita ini menggunakan bahasa percakapan sehari-hari yang dapat dengan mudah dimengerti oleh pembaca. Istilah-istilah khusus hanya dipakai sesekali dalam cerita. Hanya saja, kadang tokoh cerita menyampaikan sesuatu dengan kalimat yang panjang, seperti pada dialog antara Miss Marple dan Tuan Rafiel, sehingga membosankan pembaca.
Pembaca juga diajak berpikir dengan membaca cerita ini. Dimana terjadi pembunuhan pada orang yang dikenal oleh tokoh utama. Lewat pembicaraan antar tokoh dan monolog yang disampaikan Miss Marple, pembaca dipaksa secara halus untuk berpikir dan memecahkan teka-teki siapa pelaku pembunuhan di St. Honore.
Keseluruhan cerita diuraikan begitu mendetail. Pembicaraan-pembicaraan antar tokoh diuraikan dengan begitu gamblang, bahkan basa-basi panjang yang tidak begitu penting pun turut disertakan. Hal ini tentunya sedikit banyak dapat mempengaruhi jalan cerita karena dapat membingungkan dan mengganggu konsentrasi pembaca.
Selain itu, pada permulaan cerita, begitu banyak tokoh yang dimunculkan. Hal ini menyulitkan pembaca untuk memahami cerita, karena setiap tokoh yang dimunculkan tidak langsung menunjukkan posisi dan perannya dalam cerita. Ada tokoh yang sangat menarik perhatian, seperti Mayor Palgrave, namun jalan ceritanya terputus karena diceritakan meninggal dunia. Ada tokoh yang jarang tampak, kadang muncul kadang tenggelam, namun memiliki peran penting seperti Molly Kendal. Namun demikian, hal-hal tersebut juga membawa manfaat. Cerita menjadi semakin misterius dan sulit untuk ditebak.
Novel ini amat cocok untuk dibaca oleh orang yang suka berpikir aktif dan menyenangi hal-hal yang misterius. Sebaliknya, sangat tidak cocok bagi penggemar cerita-cerita ringan untuk membaca novel ini. Sebab novel ini banyak menuntut pembaca untuk memutar otak mengenai peran tokoh cerita di awal kemunculan, maupun di akhir cerita. Selain itu, tokoh yang cukup banyak menuntut pembaca untuk memiliki ingatan yang baik. Karena bila tidak, kita harus membolak-balik halaman demi halaman untuk mencari tahu apa yang telah dikerjakan oleh seorang tokoh sebelum terjadinya suatu tragedi. Apapun kekurangannya, novel ini mampu melatih pikiran pembaca untuk menjadi aktif dan kritis, serta serta teliti dalam menganalisis suatu informasi.

Kaleidoscope (Kaleidoskop) - Danielle Steel

PRICE: 40.000 (NEW)
Dalam Perang Dunia II di Paris, Sam Walker dan Solange bertemu. Mereka menikah dan dianugerahi tiga putri cantik. Karier Sam sebagai aktor drama terkenal menghancurkan kehidupan rumah tangganya. Puncaknya Solange mati di tangan Sam dalam suatu pertengkaran sengit, dan Sam dipenjara. Sahabat Sam, Arthur, menitipkan ketiga anak mereka, Hilary, Alexandra, dan Megan di rumah kakak perempuan Sam yang kehidupannya kacau. Selanjutnya mereka terpisah dari kehidupan mereka masing-masing. Saat menjelang ajal, Arthur meminta jasa seorang pangacara, John Chapman, untuk menelusuri ketiga kakak-beradik tersebut dan mempertemukan mereka semua dengannya. Sementara Hilary, yang terlanjur akan kepedihan hidupnya yang berkepanjangan, begitu membenci Arthur.

Kamis, 14 Oktober 2010

DUNIA DIBALIK KACA, kisah nyata seorang gadis autistik

- Sinopsis dibawah ini terakhir kali diedit oleh evi Widiarti pada tanggal 09 June 2008 13:26:52 -
Aku memandangi pecahan-pecahan piring di atas lantai melalui mata yang basah oleh air mata, kemudian menyayat wajahku karena marah. Aku memotong pipi, dahi, dan daguku. Merasa bahwa aku tidak akan kehilangan apa pun, dengan tenang aku berjalan menuruni tangga untuk menyatakan protes tanpa kata-kata. Di dalam pikiranku, perbuatanku benar-benar waras. Aku tidak tahu bagaimana menuntut untuk dipahami. Aku tersesat dan terjebak, dan aku sedang membuat sebuah pernyataan ... Waktu itu usiaku sembilan tahun, dan aku hampir-hampir dikirim ke rumah sakit jiwa.

Malam Di Atas Lautan - Night Over Water

Tahun 1939, perang baru saja diumumkan, sekelompok elite menaiki kapal terbang yang paling mewah---Pan American Clipper, menuju New York: bangsawan Inggris, ilmuwan Jerman, pembunuh di bawah pengawalan, istri yang melarikan diri dari suaminya, dan pencuri yang sangat perlente tapi tak bermoral. Selama tiga puluh jam, tidak ada jalan keluar dari istana terbang itu. Di atas Lautan Atlantik, ketegangan memuncak dan akhirnya meledak dalam klimaks yang dramatis dan berbahaya.

***


"Ken Follett - master of suspense - menyajikan drama luar biasa yang sepadan dengan Orient Express di udara... kegalauan asmara dan intrik... Benar - benar memuaskan!"

--Publishers Weekly

"Kisah memesona tentang ketegangan, ambisi, dan keserakahan!"

--Somerset American 

The Road Of Lost Innocence

Terjebak dalam dunia yang berbahaya dan membuat putus asa ini, dia menderita dari kebrutalan dan kengerian perdagangan manusia–pemerkosaan, penyiksaan, penghinaan–sampai akhirnya dia berhasil meloloskan diri dengan bantuan seorang pekerja sukarelawan Prancis. Dikuatkan oleh kebebasan, pendidikan, dan keamanan yang baru ditemuinya, Somaly pun mekar namun terus dihantui gadis-gadis yang ditinggalkannya di rumah bordil.
Memoar yang indah dan menggugah tentang tragedi dan harapan ini akan mengejutkan Anda dengan keberanian bertutur dan bertindaknya.

Senin, 11 Oktober 2010

Winter And Night:

Detektif swasta Bill Smith menerima telepon di tengah malam dari Kepolisian New York yang sedang menahan keponakannya, Gary, lima belas tahun. Tapi, sebelum dia mengetahui apa yang terjadi, Gary kabur dari pengawasannya dan menghilang ke jalan-jalan kota New York yang gelap dan asing.

Bill dan mitranya, Lydia Chin, berusaha menemukan anak yang hilang itu dan mengetahui alasan kenapa dia melarikan diri. Pencarian mereka membawa mereka ke keluarga Gary di sebuah kota kecil di New Jersey, di mana mereka kemudian menemukan salah satu teman sekolah Gary tewas. Bill dan Lydia menggali lebih dalam lagi dan mengetahui kalau peristiwa ini mirip dengan kasus pembunuhan dan bunuh diri yang terjadi beberapa dasawarsa sebelumnya.

Kini, dengan masa depan keponakannya yang berada dalam bahaya, dan mungkin termasuk nyawanya sendiri, Bill harus membongkar sebuah kejahatan yang sudah terkubur begitu lama dan berhadapan dengan masa lalu dirinya sendiri yang gelap. 

"Membaca karya S.J. Rozan adalah mengalami kenikmatan membaca yang hanya bisa diberikan oleh ahlinya"
—Dennis Lehane, Penulis Mystic Rive 

"Dahsyat dan Tegang."
—Washington Post 

"Rozan menulis dengan karakter yang kuat, alur cerita yang mendalam dan narasi yang detail. Jangan lewatkan buku yang satu ini.”
— Booklist “Ditulis dengan sangat baik .... Kompleks, mencengangkan."
—Boston Globe 

The Fourth Hand: Tanggan Keempat

 Kisah tentang wartawan yang malah menjadi sumber berita setelah tangan kirinya hilang dimakan singa. Ia mendapat tawaran transplantasi tangan. Anehnya, janda si donor tangan malah minta hak kunjung bagi tangan almarhum suaminya. Novel ini sangat memancing emosi. 


Ishmael

Seorang lelaki tanpa nama terhenyak membaca iklan pendek yang terpampang di sebuah koran.Iklan itu mengingatkannya akan hasrat masa mudanya. Ia menyumpah, penasaran, dan mendatangi tempat yang tertera dalam iklan. 

Sesampainya di sana ia begitu terkejut, shock, karena mendapati sosok yang sama sekali tidak dibayangkannya. Sosok yang kelak menyeretnya dalam petualangan gagasan dan spiritual yang mengguncangkan. Sosok yang kelak mengubah pandangannya tentang hidup, manusia dan alam semesta: Ishmael.

Inilah novel yang mengubah hidup jutaan pembacanya, berkat kekayaan gagasan yang ada di dalamnya. Tak kurang Paulo Cuelho pun menjadikannya sebagai salah satu acuan bagi sebuah novelnya, The Zahir.


***


Daniel Quinn lahir di Nebraska, Amerika Serikat, 1935. Sejumlah karya telah dihasilkannya, di antaranya Ishmael, The Story of B dan My Ishmael. Ishmael, yang merupakan novel pertamanya, memenangi penghargaan Turner Tomorrow Fellowship Award, yang membuatnya berhak atas hadiah senilai US$500.000, jumlah terbesar yang pernah dipersembahkan untuk hadiah nobel.

Putri Sirkus Dan Lelaki Penjual Dongeng

…dalam satu kesempatan Calvero berkata: Saat kecil aku biasa mengeluh kepada Ayah karena tidak punya mainan. Kata Ayah: (Calvero menunjuk kepalanya) Ini mainan terdahsyat yang pernah diciptakan. Disini letaknya semua rahasia kebahagiaan! [hal 225]

Imajinasi. Itulah mainan terdahsyat yang dimiliki oleh manusia. Manusia bebas melakukan apapun lewat imajinasinya. Bahkan segala kehidupan tak lepas dengan imajinasi. Dari imajinasi, kreativitas muncul, tak ayal lewat imajinasi karya-karya besar lahir dan berkat peran besar imajinasi lah sebuah buku dapat kita nikmati.

Sekilas aku teringat dengan “debat” imajinasi dengan seorang teman tentang panci, ember dan kompor yang pergi ke pasar, dimana kompor tidak seharusnya ikut ke pasar karena dia terlalu ganjen. Bahkan imajinasi kita berjalan sampai ke hal siapa saja yang naksir kompor di pasar. Konyol? Hahaha…Anda benar!. Gila memang, tapi inilah kebebasan imajinasi. Sangat bebas.