Tampilkan postingan dengan label Novel Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel Sastra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2011

A House Devided: Runtuhnya Dinasti Wang

Pengarang Pearl S. Buck
Price Rp 40.000
Cucu-cucu Wang Lung, petani sederhana yang seumur hidupnya harus bekerja keras mengolah tanah, kini tinggal menikmati hasil jerih-payah kakek mereka. Anak-anak Wang sang Tuan Tanah hidup berfoya-foya di kota pantai, sementara di dalam Rumah Keluarga Wang yang seluas istana, anak-anak Wang sang Saudagar tetap hidup sesuai tradisi lama, dilayani puluhan pelayan. Tujuan hidup mereka jelas: mengumpulkan harta sebanyak mungkin.Di antara kedua gaya hidup itulah Wang Yuan, putra Wang si Macan, terombang-ambing. Sejak kecil dia tak pernah bahagia, dan tak pernah punya tujuan hidup yang jelas, sampai pada suatu hari dia dijebloskan ke penjara karena terlibat pemberontakan kaum revolusioner yang sesungguhnya tidak benar-benar dia pahami.

Kamis, 14 Oktober 2010

Perempuan Mencari Tuhan



Setelah beberapa waktu lalu menerbitkan novel teranyar berjudul “Sintren”. Penulis yang satu ini, kembali membukukan novel terbarunya yang berjudul “Perempuan Mencari Tuhan”. Novel yang pernah dimuat secara bersambung di Harian Umum Republika dalam rentang waktu (2006-2007), sebelum dipublikasikan dalam bentuk buku oleh penerbit media tersebut.
Dalam novel tersebut, dikisahkan tentang seorang bayi bernama Ganet. Adalah anak Zahra, adik Clara yang lain, yang diyakini Laksma sebagai reinkarnasi Clara, adiknya yang meninggal pada usia 13 tahun karena “leukemia”. Laksma pun menuliskan nama “Clara” didada mendiang. Tulisan nama itulah secara ajaib tertera didada bayi Ganet. Ganet yang memiliki keajaiban bisa bicara diusia 4 tahun. Dan memiliki kelebihan mampu membaca peristiwa atau musibah apa yang akan terjadi di masa depan.
Pada puncaknya adalah ketika Ganet membaca tanda-tanda akan datang musibah besar menimpa ibukota, tidak ada satupun pemimpin di Jakarta mempercayainya. Musibah itu benar-benar terjadi. Ganet pun terpuruk.
Apabila dilihat dari rangkaian peristiwa maupun struktur penceriteraan menggambarkan sebuah realitas keluarga kedalam mitos reinkarnasi. Pertama, rangkaian peristiwa maupun struktur penceriteraan dalam novel tersebut, memberikan gambaran unsur rasional dan irrasional yang mudah dicerna oleh pembaca selaku penikmat karya sastra. Kedua, unsur irrasional yang digambarkan menjadi pemicu pembaca memahami beragam rangkaian peristiwa. Ketiga, unsur rasional menjadi kunci utama penyebab dengan dilatar belakangi beragam sudut pandang dari rangkaian peristiwa yang digambarkan.
Keempat, menjadi kunci pertama kemampuan serta kepiawaian pengarangnya mampu memainkan para tokoh-tokohnya dan meramu dengan metafor-metafor cantik yang luar biasa. Kelima, kekuatan cerita yang digambarkan menimbulkan dua ruang dimensi antara dimensi yang diterima akal sehat dan dimensi yang diluar akal sehat.
Jika ditinjau dari kemampuan dan kepiawaian pengarangnya meramu rangkaian peristiwa yang disuguhkan mengalir dengan penuh trik dan intrik. Dialog antar tokoh-tokohnya pun menguak rahasia hubungan antara dunia irrasional dan rasional.
Akibatnya, pembaca dibuat bingung terlebih dahulu dalam mencari tingkat kebenaran keobjektifan dari jalan cerita yang irrasional. Sebenarnya, disini letak kemudahan pembaca mencerap makna dari jalan cerita yang disuguhkan. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa, dalam memasukan unsur irrasional dan rasional melalui proses kemampuan dan kepiawaian pengarang dalam meletakkan dunia imaji kepada keobjektifan dunia rasional, bukan dilatar belakangi keobjektifan tingkat kebenaran yang dihadirkan. Akan tetapi melalui proses kemampuan dan kepiawaian pengarang mencerap jalan cerita yang ingin disuguhkan kepada pembaca agar lebih mudah mencerap makna yang disampaikan. Merupakan proses kematangan ide cerita yang diciptakan seorang pengarang.
Dapat dikatakan, bahwa dalam menghasilkan karya sastra yang baik, karya sastra didalamnya mampu meramu ide cerita kedalam unsur irrasional. Merupakan dunia fragmen kehidupan “riil” merasuk kedalam “abstrak”. Pembaca dengan sendirinya memasuki ke dua unsur tersebut. Membentuk unsur baru kearah lebih nyata. Karena, dunia irrasional dan rasional dalam novel tersebut, merupakan pemikiran kritis seorang pengarang, dengan membangun rangkaian fisik dan metafisik. Melalui rangkaian peristiwa yang dituangkan kedalam struktur penceriteraan.
Seorang tokoh terkemuka berkebangsaan Rusia bernama Jurich Lotman mengatakan bahwa bahasa adalah sistem tanda primer. Dimana karya sastra terlebih dahulu telah mempunyai makna sebelum disusun menjadi karya sastra sebagai sistem tanda sekunder.
Maka karya sastra adalah karya ide bukan hasil dari representasi kenyataan, sebagaimana yang diharapkan dari proses ide tersebut. Karya sastra yang tercipta baik dari proses subjektif penciptaan maupun dari subjektif pemahaman, sehingga kedua unsur tadi tidak secara utuh berhubungan dengan kenyataan yang terjadi ditengah masyarakat. Akan tetapi dari kebenaran nilai-nilai terkandung di dalam masyarakat. ***

Senin, 11 Oktober 2010

The Good Earth: Tanah yang Subur

Kisah tentang keluarga Wang - Keluarga petani Cinta sederhana yang mendapat kemuliaan dari tanah yang diolahnya.

Wang Lung mencintai tanahnya melebihi keluarga dan dewa-dewanya. Dan tanah itu membuat hidupnya makmur.

Wang Lung mempertahankan tanahnya dari bencana alam dan gerombolan bandit, dan dia menanamkan akar sebuah dinasti gerombolan bandit, dan dia menanamkan akar sebuah dinasti yang berkuasa. Dinasti yang terdiri atas istri-istri, selir-selir, dan banyak anak-anak yang kelak mengkhianatinya.

Novel pemenang Hadiah Pulitzer 1932 ini menampilkan Cina pada abad kedua puluh, di masa pemerintahan kekaisaran terakhir, ketika terjadi pergolakan politik dan sosial besar-besaran yang menyengsarakan rakyat jelata.

Bumi Yang Subur adalah buku pertama trilogi :
Bumi Yang Subur
Wang si Macan
Runtuhnya Dinasti Wang

ISBN : 978-979-22-4059-7; 31208040

Spesifikasi Buku
Penerbit : PT. Gramedia
Pengarang : Pearl S. Buck
Jumlah Halaman : - halaman
Ukuran : - cm
Tahun Terbit : November 2008
Kelompok : Novel baru
Bahasa : Indonesia
Cover : softcover

Senin, 04 Oktober 2010

Aib

Penulis : J.M. Coetzee
Harga Sewa: Rp 4.000/5hari



Posisi seksualitas dalam sastra menjadi topik penting pembicaraan para
penikmat dan kritikus sastra Indonesia beberapa waktu yang lalu.
Sebagian mengiyakan, sebagian menggugat, dan sebagian lainnya memilih
sikap tak menggungat namun mencari alternatif bacaan lain. Wacana ini
muncul setelah kehadiran beberapa pendatang muda yang tangguh dengan
energi meluap sambil membawa karya-karya bermuatan seksualitas.
Perdebatan ini tak kunjung tersimpulkan. Masing-masing pihak
melontarkan argumen yang tak kunjung saling meyakinkan. Tanpa
sedikitpun maksud memperpanjang perdebatan itu, saya yakin, Penerbit
Jalasutra Jogjakarta menerbitkan novel Aib karya JM Coetzee, peraih
Nobel kesusastraan tahun 2003 asal Afrika Selatan.

Apa pasal saya mengisyaratkan adanya hubungan antara perdebatan posisi
seksualitas dengan penerbitan Aib?

Berlatar Afrika Selatan akhir milenium kedua, novel yang berjudul asli
Disgrace ini berkisah tentang Prof Lurie, dosen sastra, yang sejak
awal hingga akhir buku tak kunjung selesai dirundung sial. Di awal
cerita, dibeberkan bahwa sebagai seorang womanizer yang selalu haus
akan kepuasan seksual, Prof Lurie sedemikian rupa berusaha memuaskan
hasratnya dengan "berlangganan" seorang pelacur, Soraya. Malangnya,
Soraya menjauh begitu ada gelagat Prof Lurie ingin hubungan yang lebih
mendalam. Kemudian, Prof Lurie menjalin hubungan dengan seorang
mahasiswanya, Melanie, yang menyebabkannya mendapatkan kesialannya
yang kedua: dituduh melakukan pelecehan dan pemerkosaan terhadap
Melanie
.

Jumat, 01 Oktober 2010

Awal dan Akhir Jilid 1 dan 2

Pengarang: Naguib Mahfouz
Harga Sewa: Jilid 1 Rp 2.800
                    Jilid 2 Rp 3.300  





Awal dan Akhir mengetengahkan potret problema yang dihadapi sebuah keluarga menengah Mesir, keluarga seorang pegawai pemerintah di sebuah kementerian, Kamel Effendi Ali, yang tiba-tiba mesti berhadapan dengan kemiskinan menyusul kematian sang ayah, satu-satunya tulang punggung keluarga mereka. 

Keluarga itu -- Samira dan empat orang anaknya: Hasan, Nefisa, Hussein dan Hassanein -- kemudian terpuruk dalam kemelaratan. Sedikit perbaikan nasib yang dialami keluarga itu ternyata tidak mampu mengembalikan masa lalu mereka yang tenteram dan damai. 

Novel ini adalah karya terbesar dalam kisah sedih penderitaan kemanusiaan yang dihiasi dengan konflik-konflik moral, material dan spiritual keluarga itu. 

Yayasan Obor Indonesia bertujuan memperluas dan memperdalam wawawasan kepentingan hakiki masyarakat pembaca Indonesia dalam bidang kebudayaan, filsafat, lingkungan, demokrasi, dan hak asasi manusia, demi terciptanya masyarakat yang terbuka pada pertukaran pikiran, menuju tegaknya tata nilai luhur etika dan integritas moral sebagai landasan hubungan antar-manusia. 

Untuk itu Yayasan Obor Indonesia menerbitkan dalam bahasa Indonesia dan jika diperlukan dalam bahasa asing, karya-karya pilihan di bidang ilmu pengetahuan alam dan sosial, budaya, filsafat dan agama, informasi dan komunikasi, ilmu dan teknologi, buah tangan penulis atau cendekiawan Indonesia dan negeri asing. 

Tikus dan Manusia

Penulis: John Steinbeck
Harga Sewa: Rp 2.000/3hari




John Steinbeck (1902 - 1968) dikenal dunia sebagai seorang pengarang humanis yang setia mengungkap persoalan-persoalan getir kemanusiaan dalam karya-karyanya. Dalam novel pendek dengan judul asli : Of Mice and Man (1937) yang diterjemahkan oleh Pramoedya ini, John Steinbeck berkisah tentang persahabatan dua manusia gembel : George dan Lennie- sesosok lelaki bertubuh raksasa, tapi dengan otak seorang bocah.

Fiesta

Penulis: Ernest Helmingway
Harga Sewa: Rp 4.800/5hari


Kau dengar? Muerto. Mati. Dia mati. Dengan tanduk menembus badannya. Semua demi kesenangan...
Di keriuhan fiesta dan pertunjukan adu banteng San Fermin, garis pemisah antara hidup dan mati begitu tipis. Lima ekspatriat yang hanya berniat bersenang-senang melewatkan liburan dengan mengikuti festival keagamaan yang eksotis tiba-tiba harus menghadapi berbagai hal yang mengguncang kenyamanan hidup mereka.
Satu-satunya perempuan dalam kelompok ini, Lady Bertt Ashley, datang bersama tunangannya, Michael Campbell. Tapi dua lelaki lain dalam kelompok itu, Robert Cohn dan Jake Barnes juga menyimpan hati untuknya. Jalinan cinta ini semakin rumit ketika Brett tertarik kepada seorang matador belia, Pedro Romero, dan ia tak bertepuk sebelah tangan.
 Dalam novel semi auto biografis ini, Hemingway -- yang memang merupakan penggemar fanatik adu banteng -- dengan piawai merajut simbolisme pertarungan manusia banteng ke dalam karakter dan kehidupan tokoh-tokoh tersebut. Di tengah pesta habis-habisan dan pertunjukan kematian nyaris setiap hari, mereka ditantang untuk mempertanyakan makna perburuan kesenangan, perebutan cinta, dan apa yang sesungguhnya benar-benar berarti bagi mereka.

Jeritan Lirih

Penulis: Kenzaburo Oe
Harga Sewa: Rp 3.500/4hari


KISAH yang kompleks senantiasa menawarkan berbagai kemungkinan kenikmatan: petualangan dengan konflik sengit, narasi yang kaya dengan gaya yang ungkap, hubungan rindu-dendam karakter yang muncul di dalamnya, tema yang menyinggung sejumlah ranah dengan cara pandang cukup berbeda dibandingkan orang kebanyakan, melahirkan trauma, rasa sakit, namun mencoba menemukan jalan baru melepaskan hasrat dan emosi.

KENZABURO OE, pemenang Hadiah Nobel Sastra 1994, dalam Jeritan Lirih menumpahkan segala kemampuannya dalam sebuah karya fiksi: cara ungkap kaya yang mencoba menjelajah sejumlah lapis kesadaran, tema yang mampu menyinggung beberapa subjek persoalan, baik fisik dan spiritual, karakter yang terus mencoba menyelerasaikan krisis dalam hidupnya, dan akhirnya berusaha menjalani nasib dengan sejumlah keputusan dan pilihan.

Harafisy

Penulis: Naguib Mahfouz
Harga Sewa: Rp 5.800/minggu


Pada mulanya, seorang bayi ditemukan tergeletak di kegelapan malam. Hari berganti. Tahun bertambah. Ia menjadi legenda. Anak cucunya menjadi tokoh-tokoh terkemuka di kampungnya, meski mereka bukan siapa-siapa, merekaharafisy.

NAGUIB MAHFOUZ, novelis Mesir yang meraih penghargaan Nobel Sastra pada 1988 ini selanjutnya mengolah cerita dengan piawai, menenggelamkan tokoh-tokohnya dalam dunia yang absurd, di antara para bajingan, syekh yang munafik, elite politik yang mabuk kuasa, dan orang-orang yang bertahan hidup dengan nurani. Carut-marut yang pelik dalam dunia politik, seks, kekayaan, pemberontakan orang-orang miskin, dan hasrat menjadi pahlawan, ditampilkan dengan pesona gaya bertutur Mahfouz yang meliuk, berkelok, bertekstur, tak terduga, liar, dan menjebak.

Rabu, 29 September 2010

Mandala

Penulis: Pearl S. Buck
Harga Sewa: Rp4.500/6hari




Jagat, sang Maharaja Amarpur, adalah seorang pemikir yang maju. Ia memiliki istri cantik bernama Moti dan dikaruniai sepasang keturunan: Jai dan Veera.

Jagat memiliki impian besar, baik demi negara maupun keluarganya. Ia bercita-cita mendirikan India modern yang makmur, dan salah satunya adalah dengan mengubah salah satu istananya menjadi hotel mewah bertaraf internasional. Ia juga bercita-cita mengirim putranya untuk belajar di Oxford, namun sayang, sang putra, Jai, menolak rencana ayahnya dan memilih mengajukan diri turun ke medan perang.

Ketika Jai gugur dalam perang, Jagat dan Moti sangat terpukul. Perkawinan mereka pun goyah, karena meskipun selama bertahun-tahun mereka tampil sebagai pasangan harmonis, kesedihan akibat kehilangan putra mereka membuat Jagat dan Moti sadar bahwa selama ini mereka tak pernah saling mencintai. Di tengah-tengah kegalauan ini Jagat bertemu wanita yang telah lama menantikan dirinya, sementara Moti jatuh cinta kepada lelaki lain. Sanggupkah Jagat dan Moti bertahan di dalam perkawinan mereka, ataukah mereka memilih menyerah dan menyambut cinta baru yang disodorkan kepada mereka?

Ronggeng Dukuh Paruk

Pangarang Ahmad Tohari
Harga sewa: Rp4.200/5 hari

Ronggeng Dukuh Paruk adalah sebuah novel yang menceritakan kehidupan seorang ronggeng yang bernama Srintil. Novel ini berlatar tempat di Dukuh Paruk. Dukuh Paruk merupakan sebuah kampung terpencil yang merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Dawuhan. Sedangkan, latar waktunya adalah sekitar tahun 1965-an.
Novel ini menampilkan tokoh-tokoh yang antara lain: Rasus, Srintil, Kartareja dan istri, Sukarya dan istri, Dowe, Sulam, Sersan Slamet, Kopral Pujo, dan tokoh-tokoh pendukung lainnya.
Rasus, tokoh utama, yang ditampilkan oleh pengarangnya sebagai narator peristiwa-peristiwa dalam novel Ronggeng DukuhParuk. Sedangkan Srintil dan tokoh-tokoh lain serta peristiwa-peristiwa yang menyertai mereka adalah yang diceritakan oleh Rasus. Tokoh Rasus merupakan tokoh yang serba tahu akan segala peristiwa dalam cerita itu.
Alkisah, dukuh Paruk yang terkenal dengan dunia ronggeng sempat menjadi sunyi senyap. Peristiwa keracunan tempe bongrek yang terjadi secara massal menjadi penyebab mandeknya pertunjukan yang menampilkan penari yang dikenal dengan istilah ronggeng. Sebab, sejumlah ronggeng dan tokoh-tokoh pendukung dunia peronggengan tewas. Tinggal beberapa orang dan anak-anak yang tidak sempat keracunan, selamat dari maut.
Sebelas belas tahun kemudian, Srintil, yang saat peristiwa tempe bongkrek berumur lima bulan, dinobatkan menjadi seorang ronggeng. Ahmad Tohari menyoroti kehidupan calon ronggeng dan perilaku seseorang setelah menjadi seorang ronggeng. Ronggeng terakhir mereka ikut tewas dalam tragedi tempe bongkrek. Indang ronggeng telah merasuk ke tubuh Srintil, membuat Srintil menjadi seorang ronggeng sejati.
Novel karya Ahmad Tohari ini bercerita tentang perjalanan hidup tokoh Srintil yang terpilih menjadi seorang penari ronggeng di kampungnya dan bagaimana keadaan itu mengubah jalan hidupnya dan juga kekasihnya (Rasus) . Tertulis juga dalam novel itu tulis perjalanan hidup tokoh Rasus yang mencari gambaran emaknya dalam diri Srintil. Rasus menjadi agak kecewa saat mengetahui Srintil yang baru berusia 11 tahun harus menjadi seorang ronggeng. Karena apabila Srintil menjadi ronggeng maka Rasus akan tak bisa lagi bermain dengan Srintil. Bagi Rasus, menjadi ronggeng berarti Srintil harus bersedia melayani semua orang yang menginginkannya.
Sejak awal dukuh Paruk disorot dari segi negatif seperti (1) kepercayaan terhadap roh nenek moyang yang harus dipuja, (2) kemiskinan, (3) kemaksiatan, (4) kemalasan, dan sisi-sisi kehidupan negatif lainnya seperti sumpah serapah dan perkataan kotor lainnya.
Konon, keracunan massal dipercayai sebagai akibat murka Ki Secamenggala karena warganya mulai kendor dalam memujanya. Untuk itu, sesepuh kampung, Kartaraja dan Sukarya, senantiasa mengingatkan agar generasi mudanya untuk memberikan penghormatan terhadap arwah Ki Secamenggala. Setelah Srintil telah mencapai umur untuk dinobatkan sebagai ronggeng, semacam upacara adat dilakukan dalam rangka untuk penghormatan itu. Calon ronggeng harus mendapat restu dari arwah Ki Secamenggala.

Selasa, 28 September 2010

Grotta Azzura

Penulis Sutan Takdir Alissyahbana
Harga Sewa: Rp 5.800/Minggu



Mengisahkan seorang bekas pemberontak Indonesia dengan seniwati Perancis di pulau Capri. Pertemuan mereka dengan sarjana politik, ahli agama dan seniman melahirkan berbagai pembicaraan tentang sejarah, seni, agama, politik, seks dan lain-lain.