Kami menjual berbagai jenis buku, datangi kami di: Jalan Masjid Al-Islah No.5 RT/RW 09/07, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur 13750. Telp: 021-87790502, 083877144885
Tampilkan postingan dengan label Novel Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel Remaja. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 22 Oktober 2011
Jumat, 21 Oktober 2011
Kamis, 14 Oktober 2010
De Winst
Judul Buku: De Winst: Sebuah Novel Pembangkit Idealisme
Penulis: Afifah Afra
Penerbit: Afra Publishing, Indiva Media Kreasi
Waktu Terbit: Januari 2008
Halaman: 336; 20,5 cm
Harga:
SEMACAM apakah tatanan dunia tujuh puluh tahun yang akan datang, saat terjadi
pergantian milenium? Apakah peradaban akan disetir oleh kalangan yang paling
kuat secara ekonomi? Yang jelas, kehidupan saat ini hingga pada masa yang akan
datang telah disketsa oleh para pemuja De Winst.
Renungan Sekar Pembayun itu dengan galau menutup 22 bab plus epilog novel
sejarah karya Afifah Afra ini. Setahun sebelum cerita dipungkas oleh Sekar di
pengasingan, kisah bermula dengan kedatangan Rangga Puruhita dari pendidikan
sarjana ekonomi di Leiden, Belanda.
Pulang menyandang yudisium tertinggi, kecendekiaan Rangga langsung digedor oleh
ketertindasan kaum pribumi. Masuk sebagai bagian elite dalam sistem ekonomi
kapitalisme pabrik gula, tak cukup membuat perbaikan menjadi nyata. Perjuangan
dari dalam terlalu mempermainkan kesadaran akal sehatnya. Hingga di puncak
pembelaan terhadap warga yang menuntut keadilan harga sewa tanah, Rangga justru
mendapat putusan pecat. Pertemuan dengan Eyang Haji dan usahawan muslim turut
menguatkannya untuk memilih jalan lain yang lebih leluasa dan berdampak nyata:
perlawanan dengan pemberdayaan.
Pematangan kesadarannya itu, sedikit banyak dipengaruhi oleh interaksi dengan
Kresna (misterius), Pratiwi, Sekar, dan Jatmika yang lebih dulu terlibat dalam
perjuangan Partai Rakyat. Salah satu sulut buat Rangga juga ialah kehadiran
sosok antagonis, Jan Thijsse yang menjadi kepala pabrik gula baru dengan
kapitalisme destruktif dan mental penjajah tulen. Belum lagi fakta bahwa Thijsse
ternyata suami Kareen, sosok wanita Belanda yang pernah menarik hati Rangga
ketika sekapal dalam perjalanan pergi-pulang Indonesia-Belanda. Ditambah dengan
kisah tradisi keraton yang menjerat Rangga dan Sekar, maka seiring itu pula
kisah cinta merambatkan julur dan membelit-belit jalan cerita.
Penulis: Afifah Afra
Penerbit: Afra Publishing, Indiva Media Kreasi
Waktu Terbit: Januari 2008
Halaman: 336; 20,5 cm
Harga:
SEMACAM apakah tatanan dunia tujuh puluh tahun yang akan datang, saat terjadi
pergantian milenium? Apakah peradaban akan disetir oleh kalangan yang paling
kuat secara ekonomi? Yang jelas, kehidupan saat ini hingga pada masa yang akan
datang telah disketsa oleh para pemuja De Winst.
Renungan Sekar Pembayun itu dengan galau menutup 22 bab plus epilog novel
sejarah karya Afifah Afra ini. Setahun sebelum cerita dipungkas oleh Sekar di
pengasingan, kisah bermula dengan kedatangan Rangga Puruhita dari pendidikan
sarjana ekonomi di Leiden, Belanda.
Pulang menyandang yudisium tertinggi, kecendekiaan Rangga langsung digedor oleh
ketertindasan kaum pribumi. Masuk sebagai bagian elite dalam sistem ekonomi
kapitalisme pabrik gula, tak cukup membuat perbaikan menjadi nyata. Perjuangan
dari dalam terlalu mempermainkan kesadaran akal sehatnya. Hingga di puncak
pembelaan terhadap warga yang menuntut keadilan harga sewa tanah, Rangga justru
mendapat putusan pecat. Pertemuan dengan Eyang Haji dan usahawan muslim turut
menguatkannya untuk memilih jalan lain yang lebih leluasa dan berdampak nyata:
perlawanan dengan pemberdayaan.
Pematangan kesadarannya itu, sedikit banyak dipengaruhi oleh interaksi dengan
Kresna (misterius), Pratiwi, Sekar, dan Jatmika yang lebih dulu terlibat dalam
perjuangan Partai Rakyat. Salah satu sulut buat Rangga juga ialah kehadiran
sosok antagonis, Jan Thijsse yang menjadi kepala pabrik gula baru dengan
kapitalisme destruktif dan mental penjajah tulen. Belum lagi fakta bahwa Thijsse
ternyata suami Kareen, sosok wanita Belanda yang pernah menarik hati Rangga
ketika sekapal dalam perjalanan pergi-pulang Indonesia-Belanda. Ditambah dengan
kisah tradisi keraton yang menjerat Rangga dan Sekar, maka seiring itu pula
kisah cinta merambatkan julur dan membelit-belit jalan cerita.
Being Ing
Judul :Being Ing
Pengarang : Ucu Agustin
Penerbit :PT Gramedia Pustaka Utama
Genre : Chicklit (281 halaman)
Resensi oleh : Chellyvia Tri Wijayanti
Demam chicklit dan teenlit sedang melanda para pembaca di Indonesia. Makin banyak penulis dengan genre ini, begitu pula peminat atau pembaca dari buku bergenre ini. Being Ing adalah salah satu buku bergenre chicklit yang sayang untuk dilewatkan. Buku dengan tebal 281 halaman ini, bercerita mengenai liku-liku kehidupan seorang Ing, terutama kehidupan cintanya. Pernah merasa jatuh cinta dan bingung karena perasaan itu? Itulah yang dialami oleh Ing. Perasaan jatuh cinta yang sedikit berbeda dengan perasaan jatuh cinta pada umumnya. Perasaan jatuh cinta yang membuatnya bingung, sedih, dan juga bahagia.
Sehari-harinya Ing bekerja sebagai penulis drama radio. Ia sangat mencinta pekerjaannya. Selain karena bidang tersebut adalah bidang yang memang sangat ia sukai, juga karena suasana di tempat kerja, serta teman-teman yang menyenangkan. Kehidupan Ing terasa lengkap dengan sahabat-sahabat yang dimilikinya yaitu Jim, Alex, Vika dan Helen. Yang disebutnya sebagai Konstelasi Pisces. Ing dan keempat sahabatnya itu ibarat sebangsa species ikan dengan aneka watak dan sifat bawaan leluhur yang saling berbeda tapi tetap menandakan makhluk air.
Kehidupan Ing yang terasa sangat menyenangkan, hanya hubungan dengan Mamanya saja yang terasa kurang harmonis. Ing merasa Mamanya kurang bisa memahami dirinya. Apalagi saat ini, Mamanya sangat menginginkan anaknya itu segera menikah. Tapi sayangnya, di usia Ing yang sudah menginjak 29 tahun, Ing masih belum menemukan cinta yang sesungguhnya dan masih terbelenggu dengan cintanya di masa lalu dengan seorang Dewey. Tujuh tahun lalu, ia pernah sangat mencintai Dewey, tapi ternyata tidak diduga Dewey adalah seorang petualang cinta, karena ternyata saat berpacaran dengannya, Dewey juga tidak pernah memutuskan pacar lamanya. Ing tidak terima, sehingga ia memutuskan untuk tidak pernah bertemu lagi dengan Dewey.
Pengarang : Ucu Agustin
Penerbit :PT Gramedia Pustaka Utama
Genre : Chicklit (281 halaman)
Resensi oleh : Chellyvia Tri Wijayanti
Demam chicklit dan teenlit sedang melanda para pembaca di Indonesia. Makin banyak penulis dengan genre ini, begitu pula peminat atau pembaca dari buku bergenre ini. Being Ing adalah salah satu buku bergenre chicklit yang sayang untuk dilewatkan. Buku dengan tebal 281 halaman ini, bercerita mengenai liku-liku kehidupan seorang Ing, terutama kehidupan cintanya. Pernah merasa jatuh cinta dan bingung karena perasaan itu? Itulah yang dialami oleh Ing. Perasaan jatuh cinta yang sedikit berbeda dengan perasaan jatuh cinta pada umumnya. Perasaan jatuh cinta yang membuatnya bingung, sedih, dan juga bahagia.
Sehari-harinya Ing bekerja sebagai penulis drama radio. Ia sangat mencinta pekerjaannya. Selain karena bidang tersebut adalah bidang yang memang sangat ia sukai, juga karena suasana di tempat kerja, serta teman-teman yang menyenangkan. Kehidupan Ing terasa lengkap dengan sahabat-sahabat yang dimilikinya yaitu Jim, Alex, Vika dan Helen. Yang disebutnya sebagai Konstelasi Pisces. Ing dan keempat sahabatnya itu ibarat sebangsa species ikan dengan aneka watak dan sifat bawaan leluhur yang saling berbeda tapi tetap menandakan makhluk air.
Kehidupan Ing yang terasa sangat menyenangkan, hanya hubungan dengan Mamanya saja yang terasa kurang harmonis. Ing merasa Mamanya kurang bisa memahami dirinya. Apalagi saat ini, Mamanya sangat menginginkan anaknya itu segera menikah. Tapi sayangnya, di usia Ing yang sudah menginjak 29 tahun, Ing masih belum menemukan cinta yang sesungguhnya dan masih terbelenggu dengan cintanya di masa lalu dengan seorang Dewey. Tujuh tahun lalu, ia pernah sangat mencintai Dewey, tapi ternyata tidak diduga Dewey adalah seorang petualang cinta, karena ternyata saat berpacaran dengannya, Dewey juga tidak pernah memutuskan pacar lamanya. Ing tidak terima, sehingga ia memutuskan untuk tidak pernah bertemu lagi dengan Dewey.
Senin, 11 Oktober 2010
Summer Breeze
Penerbit : Puspa Swara
Penulis : Mbak Orizuka lah....
Resensi : Mm.... novel pertama Mbak rizuka yang bikin aku nangis nih....
Simple aja ya.... nih novel bercerita tentang dua saudara kembar yang namanya Orion (Rion) dan Antares (Ares). Meraka berdua selalu dibanding-bandingin. Si Rion itu udah pinter, jago main basket, dll. Sedangkan Ares, nilai nggak pernah bagus, suka berkelahi dan macem-macem deh.
Tapi mereka berdua pernah menyukai 2 wanita yang sama. Yang ertama bernama Reina. Tapi itu sudah 10 tahun yang lalu. Ketika mereka sama-sama masih kecil dan masih bersam Reina. Kini, Reina sudah pergi di Luar Negeri dan mereka tak pernah tahu lagi kabar tentang Reina. dan yang kedua adalah Lala. Cewek cantik yang sering ngedeketin Ares lalu akhirnya malah jadian dengan Rion.
Lewat kejadian itu, Ares makin tidak mau percaya sama siapapun. Karena siapapun pasti membanding-bandingkannya dengan saudara kembarnya itu tak terkecuali lala. Tapi bagaiman akhirnya jika ada seseorang yang memilihnya disaat ia sudah tak percaya siapa-siapa lagi?
Penulis : Mbak Orizuka lah....
Resensi : Mm.... novel pertama Mbak rizuka yang bikin aku nangis nih....
Simple aja ya.... nih novel bercerita tentang dua saudara kembar yang namanya Orion (Rion) dan Antares (Ares). Meraka berdua selalu dibanding-bandingin. Si Rion itu udah pinter, jago main basket, dll. Sedangkan Ares, nilai nggak pernah bagus, suka berkelahi dan macem-macem deh.
Tapi mereka berdua pernah menyukai 2 wanita yang sama. Yang ertama bernama Reina. Tapi itu sudah 10 tahun yang lalu. Ketika mereka sama-sama masih kecil dan masih bersam Reina. Kini, Reina sudah pergi di Luar Negeri dan mereka tak pernah tahu lagi kabar tentang Reina. dan yang kedua adalah Lala. Cewek cantik yang sering ngedeketin Ares lalu akhirnya malah jadian dengan Rion.
Lewat kejadian itu, Ares makin tidak mau percaya sama siapapun. Karena siapapun pasti membanding-bandingkannya dengan saudara kembarnya itu tak terkecuali lala. Tapi bagaiman akhirnya jika ada seseorang yang memilihnya disaat ia sudah tak percaya siapa-siapa lagi?
Jumat, 08 Oktober 2010
Summer Brezze
Penulis: Orizuka
Harga Sewa: Rp 2.700/3hari
Harga Sewa: Rp 2.700/3hari
Novel ini bercerita tentang kisah tiga anak manusia yang terlibat cinta segitiga. Mereka adalah Ares, Orion, dan Reina. Ares dan Orion adalah saudara kembar. Sosok Reina bagi kedua anak laki-laki itu sangat kuat menancap dalam ingatan keduanya. Mereka menyayangi Reina, begitu pun sebaliknya.
Ketika masih kecil mereka membuat janji untuk selalu bersama. Namun, karena tugas Ayahnya, Reina kecil harus pindah ke Amerika. Bagi Ares, Reina adalah satu-satunya teman yang dapat mengerti dirinya. Kepergian Reina, membuat Ares kesal, marah dan menganggap Reina adalah penghianat. Terlebih, Reina tidak pernah memberi kabar. Ares bahkan mengganggap Reina tak akan pernah kembali, dan dia pun berusaha memusnahkan sosok Reina dari ingatannya. Sementara Orion terus berharap dan optimis bahwa Reina akan kembali.
Seiring waktu berlalu, Ares tumbuh menjadi seorang yang skeptis dan emosional. Seumur hidupnya dicap bodoh oleh keluarganya. Ares dikenal sebagai mahasiswa yang urakan sekaligus preman kampus. Bahkan Ayahnya menganggap Ares tidak punya masa depan. Tak ada yang tahu kalau Ares sebenarnya adalah penderita disleksia. Sementara Orion tumbuh menjadi seorang yang dikagumi orang banyak karena prestasi akademik dan olahraga. Kaluarganya pun selalu memujinya. Ares dan Orion pun bagai kucing dan anjing, selalu bertengkar.
Jukstaposisi
Kisahnya tentang tuhan yang
bermimpi jadi anak 14 tahun (catat: dalam mimpi lho, ya) bernama Ashra
Trivurti. Hidupnya normal, sebenarnya: dia seorang anak pindahan dari Bali,
tinggal di apartemen di Jakarta dengan neneknya, naik sepeda bila ke sekolah, punya
teman, punya cinta, dan punya mimpi. Di sini, Mas Calvin nyeritain anak ini
punya kelebihan: bisa melihat kepastian.
bermimpi jadi anak 14 tahun (catat: dalam mimpi lho, ya) bernama Ashra
Trivurti. Hidupnya normal, sebenarnya: dia seorang anak pindahan dari Bali,
tinggal di apartemen di Jakarta dengan neneknya, naik sepeda bila ke sekolah, punya
teman, punya cinta, dan punya mimpi. Di sini, Mas Calvin nyeritain anak ini
punya kelebihan: bisa melihat kepastian.
Ashra mimpi, dia adalah tuhan, tuhan hasil Bhumi dan Kala, Ashra adalah entitas
mimpi para tuhan yang bermimpi sekaligus deitas yang mewujudkan mimpi itu.
mimpi para tuhan yang bermimpi sekaligus deitas yang mewujudkan mimpi itu.
Selasa, 28 September 2010
Lukisan Hujan
A novel by Sitta Karina.
Aku tertarik baca buku Sitta Karina since aku follow dia di twitter (@sittakarina) dan aku juga baru tahu kalau dia novelis spesialis di bidang teenlit. Karena banyak yang bilang bagus, maka kuberanikan diri untuk minjem satu bukunya yang berjudul Lukisan Hujan.
here's the review (cover belakang)
Amor es mentira. [cinta itu bohong]
Lengkap sudah hidup Diaz Hanafiah kini. Setelah selama ini merasa minder di antara sepupu-sepupunya yang kaya, berada, dan bagian dari socialité Jakarta, sekarang malah dikhianati oleh pacarnya sendiri, Anggia.
Lalu datang Sisy. Mungil, cantik, dan masih SMA pula!
Seperti siraman air dingin yang menyejukkan sekaligus mengejutkan, begitulah kehidupan sehari-hari keduanya sejak awal pertemuan mereka di tengah hujan.
Diaz, si workaholic berdarah Indonesia-Meksiko yang dingin ini, tidak pernah menyangka dirinya dapat lebih menikmati hidup dengan hubungan ‘abang-adik’-nya bersama Sisy. Namun, ia masih teringat Anggia. Terbelenggu oleh rasa kangen dan sakit hatinya yang terasa belum tuntas. Mungkinkah bisa menjadi cowok seperti yang Anggia inginkan, apabila ia dapat berlatih dan membiasakan diri berteman dengan wanita--salah satunya dengan menjadi abangnya Sisy? Tetapi, mengapa dirinya malah tidak terima saat Igo, sahabatnya sendiri, mendekati si SMA mungil ini?
Terjebak dalam perasaan yang saling-silang, Diaz dan Sisy berusaha menempuh proses penjajakan dan pendewasaan di antara mereka berdua yang penuh lika-liku problema masa muda, sampai di saat keduanya harus memilih dan membuktikan... love is such unselfish thing!
***
Kesan pertama, sebenernya dari 5 halaman awal aku agak ilfil baca novel ini. Kenapa ya, mungkin karena klan Hanafiah yang aku pikir sangat ngga cocok sama yang ada di pikiranku (waktu itu aku lagi sering mikirin tentang kemiskinan negeri ini) dan tiba-tiba di sodorin cerita tentang sebuah keluarga kaya raya yang anak-anaknya sudah jadi semacam putra-putri mahkota pewaris perusahaan bernilai milyaran dollar. Ugh, such meaningless to me. Tapi kemudian aku bertekad untuk membaca buku ini sampai akhir dengan cara membersihkan pikiran dari asumsi-asumsi jelek, dan taraaaa... akhirny selesai juga.
Walaupun ngga bisa dibilang 100% menikmati alurnya yang serba kebetulan itu, sebenernya buku ini cukup bagus buat anak-anak remaja kaya SMP dan SMA, karena sangat menjual mimpi; mengenai cowok ganteng, keren, pinter, jago aikido, dan tajir. Tentu aja, siapa sih remaja cewe yang ngga bakal jatuh cinta sama tokoh yang cool, setia, sedikit romantis, dan bisa diandalkan kaya gini?.
Kelebihan dari novel ini menurutku terletak pada penggambaran detil tiap peristiwa romantis yang terjadi antara Sisy-Diaz, jadi selayaknya menonton film remaja. Selain itu, percakapan dan pemikiran yang dewasa yang banyak disisipkan di dalam cerita juga bagus untuk pembelajaran bagi pembaca novel teenlit, ngga membodohi.
Ada beberapa hal yang menurutku agak ganggu :
1. Yah, keluarga Hanafiah dan segala kebesarannya itu. Mungkin kalo di dunia nyata udah kaya keluarga bakrie gitu mungkin ya, tapi ya itu lah menurut aku agak "langit" ..
2. Karakter Sisy yang kecil, imut, pembawa energi postif dan kayanya disukain siapa aja.. kaya ngga punya kekurangan, dan terkesan angel banget.. walaupun digambarin kaya anak SMA dengan segala macam aksesoris dan kebiasaan nangis, tapi kayanya ngga sgitunya deh..
3. Banyak banget merk dagang, tempat nongkrong, dan mal-mal orang kaya yang disebutkan di hampir tiap halaman. Duh, kesannya ni glamour banget. Ya iya sih emang latar belakang ceritanya sendiri udah Hanafiah, tapi di situ diceritain kalau Diaz tuh hidupnya sederhana, tapi aku masih belum bisa nangkep sederhana di sebelah mananya; selain adegan Diaz yang makan di restoran padang sederhana. Selain itu ngga ada.
4. Aku agak sedikit terganggu dengan tata bahasanya. Ngga tahu kenapa, ngga begitu lancar dibaca. Kaya misalnya kata "ngga" dan kata "tidak" terdapat pada satu kalimat. Jadi ini yang bener mau pake bahasa formal atau infromal? kaya ngga konsisten. selain itu juga banyak yang tadinya bilang "Gue-Lo" jadi berubah "aku-kamu" atau "kau-saya". Ngga enak dibaca dan diucapkan menurutku.
5. Mimpi banget. hahhaa..
Udah ah, nyela mulu daritadi ya.. Sebenernya aku salut sama Sitta Karina yang berjuang agar Teenlit pun bisa dipandang sebagai sebuah karya sastra, bukan hanya sebagai bacaan remaja yang ecek-ecek, dan usaha itu cukup kelihatan di novel ini. Tapi tetep aja, bagi yang susah untuk "kembali" lagi ke masa romantisnya SMA, kayanya agak susah deh untuk menilai bahwa cerita se"mimpi" ini cukup bagus dan layak dinikmati.
Tapi, selamat membaca ya...!
p.s semua cercaan tadi 100% pendapat pribadi, belum tentu juga orang lain bakal bilang yang sama, dan belum tentu juga aku bisa bikin karya sebagus itu...
Senin, 27 September 2010
Langit Penuh Daya
Langit dan Dayana bersahabat sejak remaja. Sejak awal, entah mengapa Daya ingin membuktikan pada dunia bahwa laki-laki dan perempuan bisa bersahabat tanpa “terkontaminasi roman picisan”.
Belakangan sikapnya ini jadi bumerang yang melukai hatinya sendiri, sebab perasaannya pada Langit mengikuti embusan angin takdir tanpa bisa dikendalikan… tumbuh menjadi cinta. Toh, Daya nekat menyembunyikan perasaannya dari Langit. Persahabatan mereka tak pernah putus, bahkan juga saat akhirnya Langit menjalin hubungan dengan Dian.
Daya tak pernah menjalin hubungan serius dengan laki-laki lain, sampai Yusa memasuki kehidupannya. Kehadiran arsitek yang bekerja sebagai desainer interior dan taman ini membuat Langit tiba-tiba merasa terancam, hingga ia mulai mempertanyakan, apa yang sesungguhnya dirasakannya pada Daya, si gadis rumah sebelah.
***
Karya Dewie Sekar
Belakangan sikapnya ini jadi bumerang yang melukai hatinya sendiri, sebab perasaannya pada Langit mengikuti embusan angin takdir tanpa bisa dikendalikan… tumbuh menjadi cinta. Toh, Daya nekat menyembunyikan perasaannya dari Langit. Persahabatan mereka tak pernah putus, bahkan juga saat akhirnya Langit menjalin hubungan dengan Dian.
Daya tak pernah menjalin hubungan serius dengan laki-laki lain, sampai Yusa memasuki kehidupannya. Kehadiran arsitek yang bekerja sebagai desainer interior dan taman ini membuat Langit tiba-tiba merasa terancam, hingga ia mulai mempertanyakan, apa yang sesungguhnya dirasakannya pada Daya, si gadis rumah sebelah.
***
Karya Dewie Sekar
Bagaimana Kehidupan Sesama Jenis !!!
Judul :Being Ing
Pengarang : Ucu Agustin
Penerbit :PT Gramedia Pustaka Utama
Genre : Chicklit (281 halaman)
Resensi oleh : Chellyvia Tri Wijayanti
Demam chicklit dan teenlit sedang melanda para pembaca di Indonesia. Makin banyak penulis dengan genre ini, begitu pula peminat atau pembaca dari buku bergenre ini. Being Ing adalah salah satu buku bergenre chicklit yang sayang untuk dilewatkan. Buku dengan tebal 281 halaman ini, bercerita mengenai liku-liku kehidupan seorang Ing, terutama kehidupan cintanya. Pernah merasa jatuh cinta dan bingung karena perasaan itu? Itulah yang dialami oleh Ing. Perasaan jatuh cinta yang sedikit berbeda dengan perasaan jatuh cinta pada umumnya. Perasaan jatuh cinta yang membuatnya bingung, sedih, dan juga bahagia.
Sehari-harinya Ing bekerja sebagai penulis drama radio. Ia sangat mencinta pekerjaannya. Selain karena bidang tersebut adalah bidang yang memang sangat ia sukai, juga karena suasana di tempat kerja, serta teman-teman yang menyenangkan. Kehidupan Ing terasa lengkap dengan sahabat-sahabat yang dimilikinya yaitu Jim, Alex, Vika dan Helen. Yang disebutnya sebagai Konstelasi Pisces. Ing dan keempat sahabatnya itu ibarat sebangsa species ikan dengan aneka watak dan sifat bawaan leluhur yang saling berbeda tapi tetap menandakan makhluk air.
Kehidupan Ing yang terasa sangat menyenangkan, hanya hubungan dengan Mamanya saja yang terasa kurang harmonis. Ing merasa Mamanya kurang bisa memahami dirinya. Apalagi saat ini, Mamanya sangat menginginkan anaknya itu segera menikah. Tapi sayangnya, di usia Ing yang sudah menginjak 29 tahun, Ing masih belum menemukan cinta yang sesungguhnya dan masih terbelenggu dengan cintanya di masa lalu dengan seorang Dewey. Tujuh tahun lalu, ia pernah sangat mencintai Dewey, tapi ternyata tidak diduga Dewey adalah seorang petualang cinta, karena ternyata saat berpacaran dengannya, Dewey juga tidak pernah memutuskan pacar lamanya. Ing tidak terima, sehingga ia memutuskan untuk tidak pernah bertemu lagi dengan Dewey.
Suatu saat, setelah sekian lama, akhirnya Ing mulai merasakan jatuh cinta lagi pada seorang laki-laki. Perasaan yang timbul dan tertambat pada seorang laki-laki bernama Ben. Perasaan yang datang tiba-tiba, saat tidak sengaja bertatapan dengannya di Wonder Bar. Tapi sayangnya lagi, Ing jatuh cinta pada orang yang tidak tepat untuk ia cintai, karena Ben adalah seorang Gay. Inilah yang menjadi konflik dalam kehidupan Ing kemudian, karena perasaannya itu tidak dapat disembunyikan. Ing benar-benar jatuh cinta pada Ben. Apakah salah kalau ia mencintai seorang gay? Padahal cinta itu tidak pernah salah. Apakah Ben bisa berubah mencintainya? Dan bagaimana reaksi Mamanya setelah mengetahui kalau Ing menyukai seorang gay?
Ternyata, perasaan jatuh cinta yang sedang ia rasakan itu membawa berbagai dampak dalam kehidupan Ing. Karena hal itu pula yang membuat Ing bertengkar dari Mamanya, dan memutuskan untuk hidup sendiri, tidak serumah lagi dengan Mamanya. Dan ini juga yang membuat Ing bertanya-tanya, jangan-jangan ia sedang bermetamorfosis menjadi lesbian seperti apa yang dikatakan Whras. Hanya karena ia selalu menyukai tipe lesbian male, yaitu tipe laki-laki yang memiliki gaya, sikap, dan sifat yang cenderung feminin, tapi bukan termasuk Gay, karena mereka memilih perempuan untuk dijadikan pasangan. Dalam kebimbangannya, tiba-tiba Dewey datang kembali, dan meyakinkan serta mengajaknya untuk menikah. Ing semakin berada dalam sebuah dilema.
Sangat sulit untuk membuat suatu keputusan. Tapi pada akhirnya Ing menemukan cinta yang memang tepat dan sangat diinginkannya. Cinta yang tidak pernah disadarinya selama ini. Apakah dengan Dewey, Ben, atau laki-laki lain yang menjadi ‘pelabuhan terakhir’ cinta Ing? Nah, inilah yang membuat penasaran dan akan lebih seru kalau membaca langsung bukunya untuk mengetahui akhir cerita cinta Ing.
Buku ini terasa sedikit berbeda dari buku chicklit yang biasanya. Walaupun tema yang diangkat tentang cinta, tapi percintaan dari sudut pandang dan situasi yang berbeda dari cerita cinta pada umumnya. Selain itu, banyak hal yang yang bisa didapatkan dalam buku ini. Tidak hanya sekedar cerita cinta saja, tapi mulai dari hubungan homoseksual antara manusia yang masih dirasa tabu untuk diperbincangkan, persahabatan, sampai dengan hubungan antara anak dan orang tuanya.
Dari buku ini kita bisa sadari, bahwa menjadi seorang gay atau lesbian adalah sebuah pilihan masing-masing individu. Ada saat di mana kita sedang mengalami krisis di hati mengenai kepribadian dan perasaan kita yang sesungguhnya. Tapi yang paling penting adalah yakin dan percaya pada diri sendiri, apa yang akan kita tempuh nantinya. Dan kita akan lebih menghargai makna sebuah persahabatan, karena di saat kita rapuh, ada sahabat yang akan menguatkan, begitu pula sebaliknya yang kita lakukan pada sahabat kita.
Sedangkan mengenai hubungan orangtua dan anak, asalkan kita lebih bersabar, berbicara secara terbuka dan jujur, selalu berusaha meyakinkan orangtua kita, pasti tidak akan menjadi suatu masalah besar. Dan sampailah pada kesimpulan dari cerita ini, bahwa cinta memang tidak pernah salah. Tidak akan pernah salah, bila cinta itu diberikan pada orang yang benar-benar tepat untuk kita.
Pengarang : Ucu Agustin
Penerbit :PT Gramedia Pustaka Utama
Genre : Chicklit (281 halaman)
Resensi oleh : Chellyvia Tri Wijayanti
Demam chicklit dan teenlit sedang melanda para pembaca di Indonesia. Makin banyak penulis dengan genre ini, begitu pula peminat atau pembaca dari buku bergenre ini. Being Ing adalah salah satu buku bergenre chicklit yang sayang untuk dilewatkan. Buku dengan tebal 281 halaman ini, bercerita mengenai liku-liku kehidupan seorang Ing, terutama kehidupan cintanya. Pernah merasa jatuh cinta dan bingung karena perasaan itu? Itulah yang dialami oleh Ing. Perasaan jatuh cinta yang sedikit berbeda dengan perasaan jatuh cinta pada umumnya. Perasaan jatuh cinta yang membuatnya bingung, sedih, dan juga bahagia.
Sehari-harinya Ing bekerja sebagai penulis drama radio. Ia sangat mencinta pekerjaannya. Selain karena bidang tersebut adalah bidang yang memang sangat ia sukai, juga karena suasana di tempat kerja, serta teman-teman yang menyenangkan. Kehidupan Ing terasa lengkap dengan sahabat-sahabat yang dimilikinya yaitu Jim, Alex, Vika dan Helen. Yang disebutnya sebagai Konstelasi Pisces. Ing dan keempat sahabatnya itu ibarat sebangsa species ikan dengan aneka watak dan sifat bawaan leluhur yang saling berbeda tapi tetap menandakan makhluk air.
Kehidupan Ing yang terasa sangat menyenangkan, hanya hubungan dengan Mamanya saja yang terasa kurang harmonis. Ing merasa Mamanya kurang bisa memahami dirinya. Apalagi saat ini, Mamanya sangat menginginkan anaknya itu segera menikah. Tapi sayangnya, di usia Ing yang sudah menginjak 29 tahun, Ing masih belum menemukan cinta yang sesungguhnya dan masih terbelenggu dengan cintanya di masa lalu dengan seorang Dewey. Tujuh tahun lalu, ia pernah sangat mencintai Dewey, tapi ternyata tidak diduga Dewey adalah seorang petualang cinta, karena ternyata saat berpacaran dengannya, Dewey juga tidak pernah memutuskan pacar lamanya. Ing tidak terima, sehingga ia memutuskan untuk tidak pernah bertemu lagi dengan Dewey.
Suatu saat, setelah sekian lama, akhirnya Ing mulai merasakan jatuh cinta lagi pada seorang laki-laki. Perasaan yang timbul dan tertambat pada seorang laki-laki bernama Ben. Perasaan yang datang tiba-tiba, saat tidak sengaja bertatapan dengannya di Wonder Bar. Tapi sayangnya lagi, Ing jatuh cinta pada orang yang tidak tepat untuk ia cintai, karena Ben adalah seorang Gay. Inilah yang menjadi konflik dalam kehidupan Ing kemudian, karena perasaannya itu tidak dapat disembunyikan. Ing benar-benar jatuh cinta pada Ben. Apakah salah kalau ia mencintai seorang gay? Padahal cinta itu tidak pernah salah. Apakah Ben bisa berubah mencintainya? Dan bagaimana reaksi Mamanya setelah mengetahui kalau Ing menyukai seorang gay?
Ternyata, perasaan jatuh cinta yang sedang ia rasakan itu membawa berbagai dampak dalam kehidupan Ing. Karena hal itu pula yang membuat Ing bertengkar dari Mamanya, dan memutuskan untuk hidup sendiri, tidak serumah lagi dengan Mamanya. Dan ini juga yang membuat Ing bertanya-tanya, jangan-jangan ia sedang bermetamorfosis menjadi lesbian seperti apa yang dikatakan Whras. Hanya karena ia selalu menyukai tipe lesbian male, yaitu tipe laki-laki yang memiliki gaya, sikap, dan sifat yang cenderung feminin, tapi bukan termasuk Gay, karena mereka memilih perempuan untuk dijadikan pasangan. Dalam kebimbangannya, tiba-tiba Dewey datang kembali, dan meyakinkan serta mengajaknya untuk menikah. Ing semakin berada dalam sebuah dilema.
Sangat sulit untuk membuat suatu keputusan. Tapi pada akhirnya Ing menemukan cinta yang memang tepat dan sangat diinginkannya. Cinta yang tidak pernah disadarinya selama ini. Apakah dengan Dewey, Ben, atau laki-laki lain yang menjadi ‘pelabuhan terakhir’ cinta Ing? Nah, inilah yang membuat penasaran dan akan lebih seru kalau membaca langsung bukunya untuk mengetahui akhir cerita cinta Ing.
Buku ini terasa sedikit berbeda dari buku chicklit yang biasanya. Walaupun tema yang diangkat tentang cinta, tapi percintaan dari sudut pandang dan situasi yang berbeda dari cerita cinta pada umumnya. Selain itu, banyak hal yang yang bisa didapatkan dalam buku ini. Tidak hanya sekedar cerita cinta saja, tapi mulai dari hubungan homoseksual antara manusia yang masih dirasa tabu untuk diperbincangkan, persahabatan, sampai dengan hubungan antara anak dan orang tuanya.
Dari buku ini kita bisa sadari, bahwa menjadi seorang gay atau lesbian adalah sebuah pilihan masing-masing individu. Ada saat di mana kita sedang mengalami krisis di hati mengenai kepribadian dan perasaan kita yang sesungguhnya. Tapi yang paling penting adalah yakin dan percaya pada diri sendiri, apa yang akan kita tempuh nantinya. Dan kita akan lebih menghargai makna sebuah persahabatan, karena di saat kita rapuh, ada sahabat yang akan menguatkan, begitu pula sebaliknya yang kita lakukan pada sahabat kita.
Sedangkan mengenai hubungan orangtua dan anak, asalkan kita lebih bersabar, berbicara secara terbuka dan jujur, selalu berusaha meyakinkan orangtua kita, pasti tidak akan menjadi suatu masalah besar. Dan sampailah pada kesimpulan dari cerita ini, bahwa cinta memang tidak pernah salah. Tidak akan pernah salah, bila cinta itu diberikan pada orang yang benar-benar tepat untuk kita.
Langganan:
Postingan (Atom)












