Tampilkan postingan dengan label Novel Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Oktober 2010

Jalan Cinta Darussalam

Kisah yang sarat pesan mendalam dan penting bagi nutrisi keimanan kita?
(ustdz.Hm.Ihsan A.Tandjung)
?kisah yang ringan dan menggugah, menyadarkan kita bahwa tidak perlu
Menunggu tua untuk jadi bijak? ( Asma Nadia )
SINOPSIS

? Dasar orang kampung bodoh! Anak-anak itu kelaparan.Mereka butuh makanan, bukan kata-kata.kalau mau memberi nasehat, beri makanan dahulu agar mereka tenang.Dengan begitu mereka akan mendengarkan nasehatmu dengan baik? ujar pemuda itu dengan angkuhnya.


?orang kota pandai-pandai ya?? sahut bujang

?itulah kami, Berpendidikan selalu memakai logika? Pemuda kota kian jumawa

?mengapa kalian memberikan kata-kata dulu sebelum memberikan makanan..?? bagaimana kami bisa mendengarkan pidato kalian dengan baik jika perut kami masih kelaparan?

Bukankah begitu saudara-saudara ??

Scar of David, Scar of Palestine

Sangat Mengharukan tentang Keluarga Palestina dalam Pendudukan Israel
1948: Ketika pertama kali tentara Israel menyerang Desa Ein Hod di Palestina, Moshe, tentara Israel menculik bocah Ismael dari tangan Dalia, sang Ibu. Ismael pun menjadi David. Dilahirkan sebagai Muslim Arab, dibesarkan sebagai Yahudi. 1955: Amal terlahir di kamp pengungsi Jenin sebagai anak terakhir Dalia. Laksana kuncup bunga yang mekar, dia tumbuh dengan keceriaan seorang anak. Tetapi segalanya berubah ketika perang membuat Amal menyaksikan kematian, darah, dan kehancuran.

Kisah David dan Amal menjalin indah saga yang mengharukan ini. Empat generasi telah mencicipi getir dan gelapnya dunia saat kehilangan orang tersayang, dan mengalami hampanya hidup sebagai pengungsi. Duka-derita-siksa-dendam, semua teraduk dalam lingkaran perang. Inilah cerita tentang keluarga, harapan, dan terutama, tentang cinta tak berbatas di dalam hati setiap masusia.
Scar of David, Scar of Palestine
Saga Mengharukan tentang Keluarga Palestina
dalam Pendudukan Israel

Diterjemahkan dari The Scar of David
Karya Susan Abulhawa
Terbitan Journey Publications, Inc. Summerland, Calipornia, tahun 2006
Penerjemah: Reni Indardini
Penyunting: Soehindrati & Shinta
Penyelaras Aksara: Alfiyan
Desain Sampul: Windu Tampan
Penerbit Hikmah (PT. Mizan Publika)
Cetakan I, Maret 2009
Tebal: 478+

Senin, 11 Oktober 2010

Ma'rifat Cinta

Judul Buku : Makrifat Cinta
Pengarang : Taufiqurrahman al-Azizy
Penerbit : Diva Press
Tahun Terbit : 2007
Warna Sampul : Coklat
Dimensi :
Panjang : ± 20.5 cm
Lebar : ± 14 cm
Tebal : ± 2.2 cm
Jenis Buku : Novel
Jumlah Halaman : 399 halaman
Klasifikasi : Fiksi
Isi buku
Sistematika
Dalam buku yang berjudul “Makrifat Cinta” karya Taufiqurrahman al-Azizy ini menyajikan sebuah novel Spiritual Pembangun Iman dengan beberapa bagian, dimana setiap bagian itu dengan maksud mencertiakan isi cerita sesuai dengan Judulnya masing-masing. Yaitu mulai dari Kafilah Cinta hingga yang terakhir dan merupakan akhir dari novel Trilogi karnya Taufiqurrahman al-azizy yaitu Janji yang kuat.
Akhir sebuah perjalanan cinta seorang Iqbal (Tokoh Utama Novel). Beberapa bagian yang berjumlah 19 bagian ini pada setiap bagian sang penulis telah menyajikannya dengan konflik dan suasana yang berbeda sesuai dengan inti dalam cerita..

Sinopsis
Setelah 3 tahun mengembara hingga bertemu dengan sahabat barunya yang telah mendapatkan hidayah Allah sehingga kehidupan mereka yang dulu jauh dari agama dan sekarang jauh dari semua itu, Iqbal pun sekarang tinggal menjemput kekasihnya yang telah ia rindukan selama 3 tahun ini. Zaenab, Pricillia, dan Khaura telah merindukannya juga di pondok pesantren yang telah Iqbal tinggalkan, pesantren Tegal Jadin.
Hati Iqbal selalu direnung kegelisahan dan keraguan. Karena sampai saat itu pula ia masih bingung untuk kedepannya apakah ia sanggup menikahi 3 gadis sekaligus yang telh tertambat cinta dalam hatinya ataukah menikah dengan 1 gadis pilihannya dari 3 gadis yang ia cintai. Berbagai pertimbangan ia selalu pikirkan.
Iqbal yang dating ke Tegal Jadin disertai dari keluarga Pak Burhan dan istrinya Bu Laila dan anak beserta menantunya, Firman dan Indri. Tak kelewatan para sahabat baru Iqbal dari Ashabul Kahfi dianataranya, Parno, Patmo, dan surya. Keluarga yang sempat disinggahi Iqbal pun ikut serta dalam rombongan yaitu Bu jamilah dan anaknya Fatimah yang masih kecil.
Hingga semuanya telah sampai ke Pesantren, keluarga dari Iqbal pun datang dengan memberikan kejutan yaitu mendaratkan helikopter milik Bapaknya Iqbal beserta Ibunya. Irsyad, anak Bu Jamilah yang sudah dianggap adiknya Iqbal itu juga menysul ke Tegal Jadin dari Jakarta oleh permintaan Iqbal.
Beberapa hari setelah berada di sana, ternyata tak seperti yang telah dibayangkan oleh Iqbal sendiri. Beberapa masalah menyergap Iqbal untuk minta diselesaikan. Sahabat santri Iqbal yang dulu bermasalah dengan Iqbal, Kang Rakhmat jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia dengan memberikan wasiat kepada Iqbal untuk menjaga Aisyah yang dulu menjadi tunangan Knag Rakhmat.

Musafir Cinta

Melanjutkan novel Syahadat Cinta pada trilogi Makrifat Cinta karya Taufiqurrahman al-Azizy, Iqbal pun pergi meninggalkan pesantren Tegal Jadin. Namun ia bingung harus pergi kemana. Tidak mungkin apabila ia harus kembali ke Jakarta. Dan kemudian dengan berkata  Basmalah, ia pun melangkah pergi menjadi seorang musafir…
Ia pun segera naik bis jurusan Solo-Purwokerto. Namun, ia tetap tidak tahu kemana tujuannya itu. Di dalam bis, ia melihat seorang perempuan berjilbab. Dan seorang pemuda pun duduk di sebelahnya. Tak lama kemudian pemuda dan perempuan itu mulai berkenalan.  Iqbal mendengarkan pembicaraan mereka karena memang jaraknya sangat dekat. Dan tanpa disangka-sangka, mereka kian dekat, bahkan sang perempuan pun menyandarkan kepalanya kepada sang pemuda itu, padahal perempuan itu berjilbab. Mereka pun saling berpegangan dan semakin bermesraan. Wah-wah udah mulai nggak bener nih…
Iqbal pun teringat pada sebuah ayat AlQuran yang berbunyi:
                “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). QS. An-Nur:26.

Senin, 27 September 2010

Pengorbanan Hidup Seorang Mahasiswa di Negeri Orang

Detail Novel
Judul: Ayat Ayat Cinta
ISBN: 979-3604-02-6
Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika
Terbit: Desember 2004
Isi: 419 halaman



Penasaran sekali dengan novel ini. Apa sih isinya? Dan seperti apa? Sampai heboh dimana-mana.        
              Awal baca, aku sedikit menyalahkan beberapa orang yang meresensi. Masa seperti ini novel sih? Kupikir malah terlalu banyak teori. Belum lagi istilah-istilah asing yang sangat banyak. Semakin membaca, istilah asingnya semakin banyak, ada Arab, Jerman dan Inggris hi..(kalau Inggris sih, dasar sayanya yang emang minimal banget). Jadi kepikir kalau aku nulis istilah nihonggonya kebanyakan, emang bener, bakalan banyak diprotes orang.
              Tapi bukan berarti tidak menarik. Kurasakan perasaan yang sulit diungkapkan, membaca di zaman seperti ini, ada orang yang haus ilmu. Mengaji pada seorang ustadz. Dengan jarak puluhan kilometer, ditempuh dalam waktu tidak sebentar. Sungguh, itu sebuah kabar yang jarang sekali kudengar. Biasanya adalah menceriterakan kisah salafushsholih saat menuntut ilmu. Tapi ini dijaman sekarang? Apalagi itu dilakukan dalam keadaan terik matahari musim panas di Mesir yang mencapai 40 derajat lebih. Subhanalloh. Eh, aku justeru nangisnya di sini. Di belakang-belakang saat adegan-adegan ‘novel’ kok malah ga keluar air matanya ya? Menurutku sih kisah percintaannya biasa-biasa saja.
              Ada juga saat menceriterakan mimpi Fahri saat bertemu dengan Ibnu Mas’ud. Membuat perasaan saya ikut mengharu-biru.Tidak salah memang kalau novel ini disebut novel penggugah jiwa. 

              Ada memang beberapa yang kulompat membacanya. Gimana ya, terlalu ilmiah yang menuntut untuk berpikir. Tidak beda dengan membaca buku fiksi, dan yang pasti karena nggak sabar dengan cerita yang dibilang orang-orang seru. Mana sih adegan empat orang wanita yang mencintai Fahri ini?

Di pertengahan lebih buku itu, aku baru merasa membaca novel. Adegan demi adegan mengalir bagus. Kisah Fahri yang ingin menikah, kemudian ada perang batin di saat-saat memutuskan untuk menikah, karena ada wanita lain.
Ada adegan-adegan sepasang pengantin baru disini. Kata pengantarnya, jadi benar-benar seperti novel asmara (ah, apakah novel asmara harus seperti itu??) Saya membayangkan bila belum nikah, baca itu rasanya mungkin risih juga...
             
Selanjutnya ada adegan dalam penjara Mesir saat Fahri dipenjara. Itu juga mengingatkan saat-saat para ulama dipenjara.
             
              Tak jauh dari masalah keluarga dan wanita. Poligami. Dengan siapa?? Baca aja sendiri he..Happy/sad ending yah novel ini? Akhir cerita memang syahdu, tapi rasanya bukan sad ending. Karena setelah itu rasanya Fahri bahagia bersama isterinya.
             
              Akhirnya, buku ini (bukan novel he..) bisa dibaca oleh semua orang. Bagi yang masih kurang menyukai novel, buku ini tidak melulu adegan-adegan kehidupan seperti novel-novel pada umumnya. Banyak sekali ilmu di dalamnya. Dalam dunia penulisan, seringkali dibilang kalau bisa jangan terlalu “ini ibu Budi” sekali dalam menuliskan hikmah. Namun dalam buku ini tidak hanya “ini ibu Budi..” bahkan banyak dalil-dalil didalamnya Mulai dari masalah pandangan wanita dalam Islam, pergaulan dengan non muslim dan banyak lagi. Namun saya merasakan tidak digurui. Mungkin karena dalam konteks ini malah justeru kelihatan ilmiah.
Dan bagi yang masih malas membaca buku-buku yang ilmiah, buku ini juga cocok karena dipadukan dengan kisah yang sangat menawan.
 Hemmm...intinya sih, saya puas baca buku ini. Bagus.