Tampilkan postingan dengan label Buku Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Agama Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Oktober 2010

Berperang Demi Tuhan

Penulis: Karen Amstrong
Harga sewa: Rp 6.700/7hari




Tema besar fundamentalisme yang diusung buku ini memakai semangat dan sudut pandang baru. Secara cermat dan brilian, Karen Armstrong menunjukkan bagaimana dan mengapa kelompok-kelompok fundamentalis muncul dalam berbagai agama dunia, dan apa sesungguhnya tujuan mereka. Bukan sekadar gerakan ortodoksi, puritan, atau revivalis, fundamentalisme tutur Armstrong ternyata merupakan gerakan yang kompleks, inovatif, dan modern.

Senin, 04 Oktober 2010

Akulah Angin Engkaulah Api : Hidup dan Karya Jalaluddin Rumi

Pengrang:  Annemarie Scimell
Harga Sewa: Rp 3.500/4hari


Bagaimana kita menghampiri sosok Rumi? Bagaimana kita memahami karya-karya Rumi? Mengapa Rumi menuangkan sebagian gagasannya dalam bentuk puisi? Mengapa pemikir sekaliber Iqbal sampai terpikat oleh pemikiran Rumi?

Dalam buku ini, Schimmel-seorang pengkaji dan sekaligus pengagum Rumi dan Iqbal mencoba membedah semuanya itu melalui analisis yang tangkas dan cerdas. Dia berupaya menghadirkan kepada kita hampir seluruh dimensi lahiriah dan batiniah Rumi. 

Rabu, 29 September 2010

Politik Syariat Islam

Penulis Taufik Adnan Amal dan Samsu Rizal Panggabean
Harga Sewa: Rp 3.200/4 hari
Politik Syariah Persoalan politik syari’at Islam memang bukan barang baru. Dan, bukan barang baru pula kalau dalam setiap pembahasan tentangnya selalu menyisakan jalan tanpa akhir. Selalu akut dan absurd. Baik pihak pro maupun kontra sama-sama tak pernah menyerah untuk memperjuangkan prinsip dan kepentingannya.
Akibatnya, diskursus tentang syari’at Islam, dari waktu-ke waktu, selalu menjadi perdebatan hangat meskipun membosankan karena hampir tidak ada perspektif yang baru-baru amat. Semua selalu hadir dalam bentuk barang lama kemasan baru, old wine in the new bottle. Ujung-ujungnya, yang satu ingin memproklamirkan negara Islam, sedang yang lain menolaknya sembari mengajukan bentuk alternatif, yakni negara sekuler.
Atas hal ini, Abdel Wahab Effendi, intelektual berkebangsaan Sudan, melalui bukunya yang bertajuk Masyarakat tak Bernegara (LKiS, 1995), pernah mengulang-tanyakan dua bentuk negara tersebut, negara agama dan negara sekuler. Baginya, negara sekuler terbukti tak mampu mengartikulasikan keinginan warganya yang religius-fundamentalis. Pun negara agama [Islam].
Mimpi surga yang dijanjikan—bahwa manusia akan menjadi terhormat dan sederajat di bawah naungan konstitusi ilahiah—hampir-hampir merupakan utopia. Yang timbul kemudian adalah tirani baru. Bila penguasa negara sekuler menjelma sebagai tiran atas nama demokrasi, maka, atas nama Tuhan, penguasa negara agama menahbiskan dirinya sebagai pemimpin tanpa cela dan cacat. Walhasil, keduanya bukanlah solusi. Malah, menjadi masalah yang tak kalah pelik.
Toh, meski demikian, pandangan cemerlang Effendi yang mencoba keluar dari beliung konflik abadi ini ternyata tidak dihiraukan. Terutama oleh kelompok pro Syariat Islam (selanjutnya disingkat SI). Mereka lebih memilih penerapan SI dalam tataran formal kenegaraan. Islam tidak dapat diganggu gugat. Islam serba mencakup. Islam luar biasa fleksibel untuk segala zaman dan waktu. Amat berbeda tentunya dengan ideologi lain yang notabene profan, sekuler, tanpa jaminan dari Tuhan. Berbagai alasan dan argumenpun dikeluarkan demi menguatkan landasan SI sebagai ruh utama kenegaraan. Terbukti, agenda formalisasi SI banyak mendapatkan sambutan. Mengapa? Tentunya hal ini menarik untuk ditelisik lebih jauh.

Senin, 27 September 2010

LA TAHZAN

Judul : La Tahzan; Jangan Bersedih! 
Penulis : DR. Aidh Abdullah al-Qarni
Penerbit : Sahara
Tahun : 2006
Genre : Agama Islam
Tebal : 544 Halaman
ISBN : 979-3715-05-7






La Tahzan a.k.a Jangan Bersedih!
Kisah yang dapat merubah cara pandang hidup kita, terutama dengan persoalan hidup yang membuat kita bersedih. Permasalahan di duniawi tidak ada batas dan hentinya, beberapa masalah pun mempunyai kompleksitas yang tidak rendah. Banyak orang gagal dalam menyelesaikan masalahnya karena tidak tahu harus bagaimana dan harus berpijak kemana, bahkan malah kalang-kabut, terus lari dari masalah itu.
Sebenarnya, mungkin semua orang sudah mengerti dengan permasalahan mereka masing-masing, apa dan bagaimana jalan yang harus dituju untuk mencapai objek penyelesaiannya, tapi jalan yang ditempuh terkadang tidak mudah dan cukup berliku untuk dihadapi sehingga menjadi masalah baru, bahkan menjadi lebih rumit ketika muncul masalah lain secara yang lama belum sempat tersolusikan. 
Buku ini membuka, menuntun, dan menemani pikiran kita memasuki arti terdalam dari masalah-masalah yang ada, juga potensi masalah baru yang bisa timbul suatu saat di depan. Setelah membaca buku ini, pemahaman tentang tujuan dari sebuah permasalahan dan apa maknanya dapat segera dimengerti untuk dibijaki selanjutnya. Jadi seorang yg sudah memahami apa arti sebuah masalah maka orang itu akan menyikapi setiap masalah yang ada dengan tabah, kuat, sabar, dan tawakal.
La Tahzan didasari dengan landasan Agama Islam yang di dalamnya terdapat kutipan ayat-ayat suci Al-Quran yang berhubungan dengan masalah-masalah duniawi maupun ukhrowi. Bisa dibilang dengan pasti, buku ini memperjelas ayat-ayat suci Al-Quran sebagai pedoman hidup manusia secara garis besar agar jangan bersedih hati.
Poin utama kehadiran buku ini, orang sedikit banyak bisa menemukan solusi-solusi mulai dari cara berfikir dan/ atau pengertian dari maksud dan tujuan Allah SWT terhadap makhluknya yang khalik ini. Dengan energi positif tersebut, bahkan orang juga bisa menikmati masalah-masalah yang sedang berkecamuk pada diri masing-masing. Setiap masalah yang ada menjadi kenikmatan dan pengalaman spiritual tersendiri. Buku La Tahzan adalah salah satu teman hebat untuk berehat. (Dicky)