Tampilkan postingan dengan label Buku Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Politik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Oktober 2010

Rahasia Kekayan Yahudi

Orang-orang Yahudi banyak yang menjadi pengusaha dan pebisnis besar karena antara lain menguasai sektor keuangan dan perbankan. Mereka sejak dulu menjalankan sistem-sistem perekonomian berbasis bunga(riba).
Riba merupakan inovasi terbesar yang pernah diciptakan oleh Yahudi. DI lain pihak, penerapan riba juga merupakan cikal bakal malapetaka umat manusia hingga sekarang, namun sangat menguntungkan segelintir manusia serakah. Uang telah disalahtafsirkan menjadi sekesar lembaran kertas yang tak bernilai.
Dalam perpektif budaya, berbeda dengan kultur Helenisme(Yunani) yang didasarkan atas sendi-sendi pemikiran dan penalaran rasional, Hebraisme (Yahudi) didasarkan pada sesuatu yang irasional yaitu bentuk-bentuk keimanan tertentu yang telah diwujudkan selama berabad-abad dalam kehidupan praktis mereka. Jika kebudayaan Yunani mengajarkan penghargaan yang tinggi terhadap intelejensia dan etika, maka kebudayaan Ibrani menekankan kegairahan bekerja sehingga mencapai hasil maksimal walaupun harus mengabaikan norma-norma moral dan etika.
Tentu Saja tidak smeua orang Yahudi melakukan praktik buruk seperti itu, Tetapi pemungutan bunga tinggi atau riba dalam sistem simpan pinjam uang yang dijalankan oleh para pedagang Yahudi kemudian ditranformasikan de dalam sistem perbankan modern. Di tingkat ini pula keapitalisme mendapat pijakannya yang kuat. Apalagi sistem kapitalisme itu digerakkan oleh kekuatan irasional sehingga lahirlah ketamakan.
Buku ini memberikan gambaran tentang latar belakang kehidupan dan kekayaan orang-orang Yahudi. Dengan melihat sejarah, watak dan prilaku ekonomi mereka maka kita akan mengtahui sejulah alasan yang menjadikan mereka sebagai penguasa kekayaan dan perekonomian dunia saat ini. Tentunya dari situ pula kita bisa menghindari keburkan dan sfiat serakah yang bisa muncul dalam pengelolaan harta serta ekonomi.

Daftar Isi:
Bab.1 : Sekarah Yahudi
Bab.2 : Orang-orang Kaya Berdarah yahudi
Bab.3 : Yahudi Menguasai Ekonomi Dunia
Bab.4 : Prinsip Bisnis ala Yahudi
Bab.5 : Kenapa Yahudi bisa Kaya?
Daftar Pustaka
Lampiran:
Daftar Orang-orang Terkaya Berdarah Yahudi

Rahasia Bisnis Yahudi

Judul buku : RAHASIA BISNIS YAHUDI
Bagaimana Pengusaha Yahudi Mengendalikan Amerika, Negara-Negara Muslim Dan Dunia Dengan Kekuatan Ekonomi
Penulis : Anton arif ramdan, S.Si.
Penerbit : Zahra Publishing House
Tahun terbit : Maret, 2009
Tebal buku : 208 halaman
Peresensi : Amar munawar
“Saya yakin institusi perbankan itu lebih berbahaya bagi kebebasan kita daripada tentara kolonial. Seandainya saja rakyat Amerika Serikat mengizinkan bank-bank swasta milik Yahudi mengendalikan perputaran mata uang, melalui politik inflasi dan deflasi, maka yang terjadi adalah bank-bank dan korporasi yang tumbuh di sekitar bank-bank tersebut akan mampu merebut kekayaan rakyat sedemikian rupa, sehingga ketika anak-anak negeri ini bangun di suatu hari, mereka tidak lagi memiliki harta kekayaan dan rumah tinggal di negeri yang dibangun oleh para pendiri negeri ini. Kekuasaan bank-bank Yahudi yang mulai tumbuh harus direbut dan dikembalikan kepada rakyat, yaitu pemilik sah dari kekayaan negeri ini”(Perkataan Thomas Jefferson, presiden Amerika, dalam sidang senat Amerika Serikat tahun 1809 )
Tidak bisa dipungkiri bahwa para pengusaha Yahudi kini menguasai sistem perekonomian dunia. Dengan jerat sistem yang mereka buat, para pengusaha itu memaksakan bentuk perbudakan modern kepada bangsa-bangsa lain di dunia yaitu kapitalisme. Dengan sistem yang korup ini, beserta intrik kotor lainnya, mereka membangun kerajaan bisnis yang kini mampu mencengkeram dunia dalam hegemoni mereka.
Buku ini mencoba membongkar rahasia kesuksesan para pengusaha Zionis dalam menggenggam perekonomian dunia. Kesuksesan gemilang Yahudi ini dimotori oleh strategi jitu, yaitu mencari antek-antek yang mau diajak bekerja sama, melakukan lobi politik yang kotor, melakukan suap terhadap para pejabat dan pihak terkait, mendesak pemeritah dan para pemilik perusahaan swasta untuk menjual saham dan aset mereka dengan jargon privatisasi, melakukan monopoli bisnis dengan cara kotor hingga melakukan perusakan terhadap aset perusahaan pesaing. Di samping itu, Yahudi juga mengadakan kerja sama, baik legal maupun ilegal dengan pihak bank dan badan keuangan terkait, mengancam dan membungkam pihak-pihak yang tidak mau diajak bekerja sama dan terakhir mengendalikan dan menekan media untuk melakukan fitnah terhadap perusahaan pesaingnya.
Dalam menggapai kesuksesan, bangsa Yahudi juga melakukan politik media. Dengan menguasai media masyarakat dunia, mereka dapat menyembunyikan kejahatan dan menjadikan orang lain sebagai kambing hitam bahkan media digunakan untuk mnyebarkan fitnah dan kebohongan terhadap bangsa lain. Bangsa Yahudi juga menguasai bisnis hiburan. Sebut saja Sam Goldwyn, Jack dan Harry Warner dengan puasat perfilman “Hollywood”. Tidak lain tujuan mereka menguasai bisnis hiburan kecuali untuk merusak pikiran dan kehidupan bangsa-bangsa Goyim, bangsa non-Yahudi.

Selasa, 28 September 2010

Demokrasi Religius



Nurcholish Madjid (Cak Nur) dan M. Amien Rais adalah dua intelektual terkemuka Islam Indonesia yang kritis. Mereka juga orang yang berada di depan bagi upaya penegakan demokrasi di negara ini. Bahkan, mereka tak henti-hentinya meneriakkan demokrasi ketika ia dicederai tidak saja oleh negara tetapi juga politisi. 
Sebagai pemikir Islam, mereka tidak saja menganjurkan diberikannya muatan-muatan nilai-nilai Islam dalam politik, lebih dari itu mereka juga menjadi pelaku utamanya. Artinya, tidak sekadar mencari dalil-dalil ajaran Islam bahwa Islam sesuai dengan demokrasi seperti yang diteriakkan intelektual Islam lainnya. Tetapi, pengakuan dan perilakunya sudah menunjukkan bahwa Islam tak bertolak belakang dengan demokrasi. Perkara beberapa negara muslim di Timur Tengah dan juga Indonesia selama ini mempraktikkan otoritarianisme itu soal lain. Inilah yang ingin dikembalikan keduanya agar berada pada posisi yang sebenarnya.
Buku ini ingin melihat peta pemikiran Cak Nur dan Amien Rais tentang hubungan Islam dan Demokrasi dari sudut pandang partisipasi rakyat, kebebasan, penegakan hukum, keadilan sosial, mutu pendidikan dan masyarakat madani. Mengapa? Karena enam pilar di atas merupakan esensi demokrasi.
Meskipun sama-sama memperjuangkan demokrasi dan mendasarkan perilakunya pada ajaran Islam, buku Demokrasi Religius ini menunjukkan bahwa keduanya punya dasar pijakan dan aktivitas yang berbeda.
Benar, bahwa Cak Nur dan Amien Rais menganggap bahwa demokrasi merupakan salah satu sistem yang seharusnya menjadi pilihan paling bagus buat manusia modern, termasuk bangsa Indonesia. Tetapi, sebagai paham yang datang dari Barat, ia tak lepas dari kekurangan. Di sinilah, dibutuhkan muatan lokal atau nilai lain yang sesuai dengan konteks masyarakatnya. Islam menjadi salah satu basis dasar yang ikut menutup kebolongan demokrasi Barat. 
Penulis buku ini memandang, meskipun demokrasi sama-sama dianggap peling penting bagi pemerintahan modern saat ini, keduanya juga punya perbedaan. Bagi Cak Nur, demokrasi harus didasarkan pada pluralisme bukan pada tataran konsep, tetapi pada tataran praksis. Ia harus dipahami sebagai pertalian sejati kebhinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban. Bahkan ia menandaskan pluralisme dasar utama keselamatan manusia. Pluralisme juga sudah menjadi kehendak Tuhan (QS, 49:13) dan diajarkan Islam (QS,5:44-50).
Sementara Amien Rais menganggap demokrasi harus didasarkan pada tauhid sosial. Secara sederhana ia diartikan sebagai penegakan keadilan sosial di dalam masyarakat. Tauhid ini tentu saja sumber dasarnya dari Tuhan. Manusia berkewajiban menegakkan orde soscial yang adil dan etis. Tauhid sosial Amien yang dipengaruhi oleh Abu A’la Al Maudidi, Ikhwanul Muslimin, Moh. Natsir bermakna pembebasan radikal dari tirani dan zalim dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.