Judul :Being Ing
Pengarang : Ucu Agustin
Penerbit :PT Gramedia Pustaka Utama
Genre : Chicklit (281 halaman)
Resensi oleh : Chellyvia Tri Wijayanti
Demam chicklit dan teenlit sedang melanda para pembaca di Indonesia. Makin banyak penulis dengan genre ini, begitu pula peminat atau pembaca dari buku bergenre ini. Being Ing adalah salah satu buku bergenre chicklit yang sayang untuk dilewatkan. Buku dengan tebal 281 halaman ini, bercerita mengenai liku-liku kehidupan seorang Ing, terutama kehidupan cintanya. Pernah merasa jatuh cinta dan bingung karena perasaan itu? Itulah yang dialami oleh Ing. Perasaan jatuh cinta yang sedikit berbeda dengan perasaan jatuh cinta pada umumnya. Perasaan jatuh cinta yang membuatnya bingung, sedih, dan juga bahagia.
Sehari-harinya Ing bekerja sebagai penulis drama radio. Ia sangat mencinta pekerjaannya. Selain karena bidang tersebut adalah bidang yang memang sangat ia sukai, juga karena suasana di tempat kerja, serta teman-teman yang menyenangkan. Kehidupan Ing terasa lengkap dengan sahabat-sahabat yang dimilikinya yaitu Jim, Alex, Vika dan Helen. Yang disebutnya sebagai Konstelasi Pisces. Ing dan keempat sahabatnya itu ibarat sebangsa species ikan dengan aneka watak dan sifat bawaan leluhur yang saling berbeda tapi tetap menandakan makhluk air.
Kehidupan Ing yang terasa sangat menyenangkan, hanya hubungan dengan Mamanya saja yang terasa kurang harmonis. Ing merasa Mamanya kurang bisa memahami dirinya. Apalagi saat ini, Mamanya sangat menginginkan anaknya itu segera menikah. Tapi sayangnya, di usia Ing yang sudah menginjak 29 tahun, Ing masih belum menemukan cinta yang sesungguhnya dan masih terbelenggu dengan cintanya di masa lalu dengan seorang Dewey. Tujuh tahun lalu, ia pernah sangat mencintai Dewey, tapi ternyata tidak diduga Dewey adalah seorang petualang cinta, karena ternyata saat berpacaran dengannya, Dewey juga tidak pernah memutuskan pacar lamanya. Ing tidak terima, sehingga ia memutuskan untuk tidak pernah bertemu lagi dengan Dewey.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar