Kamis, 07 Oktober 2010

Taj Mahal

Penulis: John Sorhs
Harga Dewa: Rp 5.000/5hari

Cerita bermula ketika Jahannara tua bercerita kepada kedua cucunya yaitu Gulbadan dan Rurraya megenai masa lalunya sebagai seorang putri dari sultan syah jahan dan permaisuri Arjumand.
Aku memandang harem, tempat berdiamnya wanita wanita pilihan istana, disini pula aku belajar dan bermain bersama saudara saudaraku pangeran Dara dan pangeran Aurangzeb. Dara begitu baik kepada ku, aku sering bermain dengannya. Walaupun umur kami baru 8 tahun, tapi Dara benar benar bijaksana, tak heran ayah memilihnya sebagai pewaris tahta. berbeda dengan Aurangzeb, Ia lebih suka berdiam diri dan belajar setiap kali aku melihat matanya, dia melihat ku dengan tatapan yang aneh, seperti menatap musuhnya. Awalnya aku tidak memepermasalahkannya, tetapi pengkhianatanya yang pertama merubah segalanya. Sore itu setelah ibu ku mengajak ku ke istana untuk melihat ayah memerintah aku diajak temanku Ladli, seorang gadis cantik yang bekerja didapur istana unutuk bermain di sungai Yamuna. Walaupun berbeda agama, aku sebagai muslim dan Ladli sebagai hindu kami berteman sangat akrab. Aku mengajak dara ikut ke sungai, namun tak disangka Aurangzeb pun ikut. Awalnya kami bersenang besenang, bermain air layaknya rakyat biasa. Namun ketika aku bermain sendiri aku melihat seorang anak yang lebih kecil dariku terbawa hanyut arus sungai, aku segera mencari pertolongan, namun Nampaknya aku bermain terlalu jauh dari saudara saudaraku. Aku melihat anak itu terus meminta tolong. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar