Senin, 11 Oktober 2010

Bulan Jingga Dalam Kepala

Judul : Bulan Jingga dalam Kepala
Penulis : M. Fadjroel Rachman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : I, 2007
Tebal : 425 hlm

Setelah malang melintang di hiruk pikuknya dunia mahasiswa di era 80-an, bersastra sambil berpolitik di kampus, dikejar-kejar tentara, dianggap sebagai orang yang berbahaya, dan akhirnya dipenjarakan oleh Pemerintah Orde Baru karena dianggap sebagai otak aksi mahasiswa yang menuntut Soeharto turun dari kursi kepresidenannya dalam aksi 5 Agustus 1989 . Kini M Fadjroel Rachman yang masih konsisten mengkritisi pemerintah melalui tulisan-tulisannya di media masa dan puisi-puisi perjuangannya membuat sebuah novel sejarah politik Indonesia dan dunia kontemporer dengan kehidupan tokoh utamanya yang mirip dengan pengalaman hidupnya.

Novel perdana Fadjroel yang diberinya judul Bulan Jingga dalam Kepala ini diawali dengan kisah Surianata saat menghadapi kematian di hadapan regu tembak di kawasan Tangkuban Perahu Lembang. Lalu kisah Surianata mundur ke belakang, tujuh tahun sebelum ia dihukum mati. Surianata masih kuliah di ITB. Ia bersama kawan-kawannya aktif berdiskusi dalam sebuah kelompok rahasia yang dinamai Lingkar Sokrates yang senantiasa mengevaluasi kondisi ekonomi, sosial, dan politik mutakhir, tak hanya itu saja mereka juga berlatih membela diri, dan menyiapkan diri dengan gagasan radikal perubahan sosial.

Dalam novel ini dikisahkan Indonesia berada dibawah kekuasaan otoriter Jendral Suprawiro yang dengan kekuasaannya telah menculik, membunuh, mencuri harta rakyat dan memenjarkan orang seenaknya terutama para aktivis politik dan mahasiswa yang menentang pemerintahannya.

Melihat keadaan negerinya yang semakin parah, akhirnya Surianata dan kawan-kawannya sampai pada sebuah kesimpulan bahwa Jendral Suprawiro dan rezim fasisnya harus digulingkan!. Untuk itu mereka menggalang kerjasama dengan kampus-kampus lain untuk melakukan aksi demo dengan tujuan menurunkan Jenderal Suprawiro dari tahtanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar