Penulis: Remy Sylado
Haga Sewa: Rp 3.700/4hari
Kembang Jepun adalah buku karangan Remy Sylado yang bercerita tentang sejarah masa lalu dan ingatan kolektif masyarakat melalui tiga zaman, yakni zaman kolonial, zaman Jepang dan zaman kemerdekaan. Remy juga memiliki cara pandang yang khas yakni membalikkan penilaian umum tentang suatu gejala. Buku inibercerita tentang kehidupan seorang geisha asal Manado. Mulai dari kehidupan cinta denagn seorang wartawan muda di Surabaya hingga kejadian - kejadian buruk yang menimpanya setelah pulang dari Jepang. Keke adalah geisha asal Manado yang dijual oleh kakaknya Jantje seorang mantan sersan kelas satu mersose (pasukan bentukan Belanda), Keke dijual oleh kakaknya ketika berusia 9 tahun kepada seorang pengusaha restoran Jepang di Surabaya, Shinju. Restoran yang juga merupakan tempat tinggal para geisha untuk bernyanyi, menari hingga memberikan tubuhnya kepada seorang lelaki. Di tempat inilah Keke yang berubah nama menjadi Keiko, belajar kesenian Jepang dan dipaksa untuk menanamkan rasa kebangsaan Jepang pada dirinya serta menghilangkan pikiran tentang asal usulnya yakni orang Indonesia. Keiko tumbuh menjadi seorang geisha berbakat dan banyak disukai oleh tamu - tamu di Shinju terutama Joesoep Soebroto Goenawarman Andangwidjaja Kesawasidiyang akrab dipanggil Tjak Broto. Tjak Broto adalah seorang wartawan muda yang juga merupakan orang terpenting dalam kehidupan Keiko. Ternyata penderitaan yang dialami Keiko tak berhenti hanya di Shinju saja. Bahkan setelah Keiko memutuskan untuk pergi dari Shinju, masih saja ada hal - hal vuruk yang menimpanya hinga suatu ketika dia dipaksa oleh seorang pejabat Japang di Surabaya untuk ikut ke Jepang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar