Kamis, 07 Oktober 2010

Digital Fortless

Penulis: Dan Brown
Harga sewa: Rp 





Suatu rahasia yang harus disimpan rapat oleh para elite NSA adalah sebuah mesin bernama TRANSLTR. Mesin ini berfungsi untuk memecahkan kode rahasia dan dianggap penciptaan tercanggih dan termahal di dunia teknologi informasi. Ketika jaringan terorisme, kriminal dan mata-mata semakin merasa tidak aman melakukan komunikasi via telepon, mereka beralih ke E-mail, dengan persepsi lebih sulit disadap. Tetapi nyatanya, bagi orang-orang NSA menyadap email ini hanya seperti child’s play. Dengan semakin ketatnya file transfer security menggunakan berbagai pensandian dari algoritma yang semakin rumit, pemecahan pass-key yang tadinya cukup sederhana dan mampu dilakukan komputer NSA kuno, tidak lagi mampu ditanganinya. Untuk itulah NSA membangun TRANSLTR yang mampu memecahkan kode sandi dari algoritma terumit dalam waktu hanya 12 menit, dan terbukti telah mampu memecahkan semua algoritma dari file-file yang pernah memasukinya. Sehingga file yang dienkripsi secanggih apapun dapat dibukanya. Tentu pengguna internet di seluruh dunia akan memprotes keras bila tahu keberadaan mesin semacam ini.

Seorang cryptography programmer NSA berkebangsaan Jepang Ensei Tankado yang juga terlibat dalam pembangunan TRANSLTR menentang adanya mesin semacam ini yang menurutnya melanggar privasi dan hak individual. Bila NSA berhak menjadi penjaga dan pengawas terhadap segala ancaman keamanan negara, lalu siapa yang mengawasi NSA sendiri yang memiliki berbagai privilege istimewa semacam itu? "Quis custodiet ipsos custodes?" kalimat latin yang artinya “Who will guard the guard?” Itulah prinsipnya mengoposisi NSA yang lalu mengirimnya untuk berbalik menjadi ancaman bagi NSA dengan menciptakan sebuah virus yang merusak sistem kerja TRANSLTR, komputer berkekuatan 3 juta processor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar